Monday, June 25, 2012

Mursi, dari Penjara ke Istana


Hasil pemilu presiden Mesir secara resmi diumumkan oleh KPU pusat pada minggu 24 Juni 2012. Tepat pukul 15.30, Komisi Pemilihan Umum yang diketuai oleh Faruq Sultan tiba di lokasi konferensi pers yang telah dikerumuni wartawan sejak siang hari. Pengumuman pemilu presiden dilakukan terlambat dari jadwal seharusnya pada 20 Juni 2012.

Faruq Sultan dalam keterangan persnya menyebutkan bahwa penundaan hasil pemilu tersebut dilakukan karena banyaknya banding yang diajukan masing masing calon.  Namun dari sekitar 400 banding yang diajukan masing masing timses hanya sebagian saja yang diterima. Banding yang diterima itu antara lain terkait keabsahan suara di beberapa TPS di berbagai kota di Kairo. Faruq Sultan menegaskan bahwa setelah dilakukan proses hukum, ternyata seluruh pelanggaran pemilu tersebut tidak berefek kepada hasil pemilu secara umum.

Dari siaran Dream 25, televisi lokal Mesir yang menyiarkan secara langsung proses pengumuman hasil akhir pemilu ini terlihat bahwa hal yang paling banyak mendapat gugatan adalah berbedanya data pemilih dengan jumlah suara setelah dihitung. Dalam pengumuman tersebut, berbedanya jumlah tanda tangan pemilih yang hadir dengan jumlah suara yang dihitung berkisar 2 sampai 25 suara. Namun KPU memutuskan untuk membatalkan keseluruhan suara di TPS tersebut. Faruq sultan menegaskan ada 7000 lebih suara yang dibatalkan karena kesalahan ini.

Di Qatameya, salah satu distric di Kota Kairo. puluhan pengunjung salah satu kedai kopi tegang menanti hasil pemilu dibacakan. Pada pengumuman akhir, nama Syafiq lebih dulu diumumkan dengan suara 12 juta lebih. Masyarakat mulai ragu. Apakah ini pertanda bahwa Mursi akan kalah. Namun langsung setelah nilai suara Mursi dibacakan, masyarakat bertepuk tangan sembari bersiul khas Mesir. Pekikan takbir terdengar dimana-mana. Suara klakson dan petasan riuh bersambut menyambut kemenangan Mursi.

Suasana di kantor KPU sendiri riuh. Pimpinan KPU bahkan mengingatkan hadirin untuk tetap tenang agar pembacaan keputusan akhir dapat diikuti dengan seksama. Namun butuh waktu beberapa menit untuk menenangkan hadirin yang larut dalam sukacita.

Di Tahrir Squere, bendera Mesir berkibar. Harian Mashr Al-Yaum, sebuah harian terbesar mengabarkan suasana di Tahrir sangat semarak. Doa dan takbir saling bersambut, rakyat melakukan sujud syukur. Tidak ada aksi anarkis. Semuanya berlangsung damai. Sebagaimana diprediksi Baradey, salah satu tokoh awal reformasi Mesir, bahwa kemenangan Mursi akan menjaga stabilitas Mesir. Sedang bila Syafiq yang menang, ditakutkan akan ada konfrontasi massa dan militer di beberapa tempat.

Selain di massa di Tahrir yang mendukung Mursi, kami juga melihat aksi tandingan pendukung Ahmad Syaqif di Kawasan Nashr City. Kawasan yang dekat dengan kampus pusat Al-Azhar. Di daerah ditembaknya Anwar Sadat, Mantan Presiden Mesir yang ditembak ketika sedang melakukan parade militer, nampak ratusan pendukung Syafiq yang menggelar orasi. Sebagaimana diberitakan berbagai media lokal dan internasional, aksi klaim kemenangan suara dalam pemilu ini telah menghadirkan polemik tersendiri dalam proses pemilu Mesir yang bebas dan demokratis pertama di Mesir.

Pada pemilu putaran pertama, yang dilakukan pada 23 dan 24 Mai 2012, ada 13 kontestan yang menjadi peserta pemilu. Namun hanya lima nama yang memperoleh suara secara signifikan. Yaitu berurutan, Muhammad Mursi, Ahmad Syafiq, Hamdin Shabahi, Abdul Mun'im Abul Futuh dan Amru Musa. Hasil ini akan menempatkan Mursi dan Syafiq ke putaran ke dua.

Pada putaran kedua yang dilangsungkan pada 16 dan 17 Juni 2012, setelah penghitungan di seluruh TPS dilakukan, timses mursi telah mengumumkan kemenangannya. Selepas shalat subuh keesokan harinya, 18 Juni, Mursi memberikan konferensi pers dan mengucapkan terima kasih kepada rakyat yang telah memilihnya. Kepada semua pihak ia menyatakan bahwa ia akan saling bahu membahu membangun Mesir.
Namun sampai batas ditentukan, yaitu selasa 20 Juni, tidak ada penguman resmi dari KPU Mesir. Hal yang kemudian di kritik oleh rakyat pro revolusi. Tidak hanya dari dalam negeri, melalui Washingtonpost, juru bicara gedung putih pun mengkritik KPU Mesir yang tak kunjung mengumumkan hasil pemilu. Dari Turki, Thaib Recep Erdogan menganggap ada misi terselubung dari penundaan pengumuman hasil pemilu ini.

Sehari sebelum pelaksaan pemilu putaran kedua, terjadi polemik lain dalam kancah perpolitikan Mesir. Yaitu terkait Dekrit Dewan Tinggi Militer yang memimpin masa transisi Mesir. Juru bicara Dewan Tinggi Militer (SCAF), Husen Thantawi membacakan keputusan Dewan Tinggi Militer tentang Penyempurna Konstitusi. Keputusan ini antara lain, 1. Membubarkan Parlemen Mesir karena 1/3 dari anggotanya inkonstitusional, 2. Membubarkan Jamaah Taksisiyah yang akan mengandemen undang-undang, 3. Membatalkan artikel pengasingan politik terhadap loyalis rezim. Poin ketiga ini mengantarkan Ahmad Syafiq melenggang ke putaran ke dua. Karena Syafiq awalnya ditolak keikut sertaannya dalam pemilu karena dianggap sebagai bagian dari rezim Mubarak.

Menyimak aksi politik tersebut. Sejak senin, 18 Juni 2012 ribuan massa turun ke jalan. Puncaknya pada Jumat 22 Juni 2012, Masyarakat pro revolusi dari berbagai kalangan membentuk koalisi. Wail Ghanim, Hibah Makruf, Komite Pemuda 6 April, Hamdi Qandil yang semuanya memimpin revolusi 25 Januari menerima uluran tangan Muhammad Mursi yang mengajar bersatu. Akhirnya polemik Mesir mengerucut menjadi dua kelompok. Pro Revolusi yang digalang oleh Mursi dan koalisinya, serta pro Syafiq yang dianggap ingin meneruskan pemerintahan rezim.

Massa bahkan rela bermalam di kemah darurat yang dibuat. Mereka semua bersatu mendung revolusi. Tak hanya di Kairo yang berpusat di Tahrir Squere, harian syuruq juga memberitakan kejadian serupa terjadi di Buhaira, Faiyum, Manshurah, Iskandaria dan Kota industri Ismailia.

Jumat malam, setelah sidang terkait banding pemilu dilaksanakan, Timses Mursi yang diketuai Mukhtar Asyiri mengeluarkan siaran pers yang dimuat di harian Kebebasan dan Keadilan, isinya adalah unggulan mereka, Dr. Muhammad Mursi menang setelah banding dilakukan. Walaupun terjadi perubahan suara, namun tidak terlalu signifikan dan tidak merubah hasil keseluruhan.

Pada minggu 24 Juni 2012, dijadwalkan pada puku 15.00 waktu kairo akan diumumkan hasil pemilu secara resmi oleh KPU Pusat. Namun acara sempat molor setengah jam. Setelah itu baru tampak 7 orang pentolan KPU Pusat yang diketuai Faruq Sultan muncul. Sementara media sebagaimana diberitakan Aljazeera telah memadati ruang konferensi pers di kantor KPU Mesir sejak pukul 12 siang.

26 kertas hasil pengumuman terkait pemilu presiden tahap 1 dan 2 dibacakan. Ada 438 banding yang diterima KPU Pusat. Namun tidak semua diterima. Terkait keabsahan suara, dari 13 ribu TPS. Hanya 100 TPS yang suaranya perlu dikaji ulang. Rata rata KPU memutuskan membatalkan keseluruhan hasil pemilu di TPS yang ditemukan kecurangan. Mayoritas kecurangan adalah berbedanya jumlah suara yang dihasilkan dengan tanda tangan masyarakat yang hadir. Terlihat dari rilis yang dikeluarkan KPU, walaupun hanya selisih dua antara tanda tangan dan jumlah suara di TPS tersebut, bisa membatalkan suara keseluruhan yang berjumlah 10 ribu lebih.

Hasil pemilu secara keseluruhan adalah Ahmad syafiq 12.347.380 atau 48,3%, sementara Dr. Muhammad Mursi 13.230.131 51,7%. Hasil ini sesuai dengan laporan DR. Abdul Mu'im Abdul Maqsud, pengacara timses Mursi yang disiarkan sehari sebelumnya di harian Kebebasan dan Keadilan. Jumlah keseluruhan pemilih adalah Jumlah keseluruhan pemilih adalah 26. 570. 432 sedang jumlah suara sah adalah 25. 577 511. Dalam laporan KPU yang dibacakan Faruq Sultan, Jumlah partisipasi masyarakat di pemilu putaran kedua meningkat. Jika pada putaran pertama partisipasi masyarakat berkisar 43.7 %, maka pemilu kedua ini menjadi 51.3 %, dari total +50 juta daftar pemilih tetap.

Dilaporkan oleh Harian Al Jazera, gegap gempita kemenangan Mursi tidak hanya di Mesir. Tapi merembes sampai ke Sudan, Tunisia, Tukri, Palestina dan sebagaian besar negara Arab. Oleh Ibrahim Isa, seorang analisis politik Mesir menyebut ini karena Mesir dijuluku Ummu Dunya (Ibu Dunia), dengan peran strategis dan kekuatan yang dimiliki, sangat layak Timur Tengah dan Islam bertumpu kepada kemenangan Muhammad Mursi.

Syaikh Yusuf Qardhawi secara langsung ketika diwawancarai oleh TVone Mesir menyambut kemenangan Mursi. Beliau mengatakan kemenangan Mursi sudah diyakini sejak hari pertama pemilu selesai. Hanya kedhaliman yang dapat menghilangkan kemenangan Mursi. Ini adalah kemenangan ummat Islam ungkap Qardhawi yang juga Ketua Ulama Internasional ini.

Obama dilaporkan juga mengucapkan selamat atas kemenangan Mursi. Ia berharap dapat bekerja sama dengan Mursi demi kemaslahatan Mesir dan Amerika. Obama berharap Mursi dapat mengemban amanah demokrasi dengan baik.

Dari kalangan ulama, Syaikh Nashr Farid Washl, mantan mufti Mesir sangat bahagia dengan kemenangan Mursi. Ini kemenangan ummat Islam tegasnya. Sebelumnya beredar selebaran bahwa Guru Besar di bidang Syariah pada Universitas Al-Azhar ini mengharamkan memilih pemimpin yang pro rezim. Di lain pihak, Syaikh Muhammad Hasan atas nama kaum salafi Mesir juga menyambut kemenangan Mursi. Selain itu, Hazim Ismail, calon presiden dari partai An Nur sayap politik kaum salafi yang dielemenasi karena ibunya memiliki kewarganegaraan ganda juga telah bertekad untuk memperjuangkan kemenangan Mursi. Bahkan di Tahrir, Hazim nampak berkali kali hadir untuk mendukung masa pro revolusi. Hal yang sama juga terjadi pada Abdum Mu'im Abul Futuh, tokoh yang akrab juga dengan kalangan Islam ini mendukung penuh Mursi dalam pemilu putaran kedua. Walaupun pada putaran pertama mereka ikut bersaing.

Dr. Ali Umri, seorang ulama Kuwait juga ikut mengomentari kemenangan Mursi. Dalam wawancaranya dengan BBC ia mengungkapkan bahwa penjara Mesir sungguh aneh. Dulu nabi Yusuf dipenjara, kemudian keluar dan jadi petinggi negara. Hal ini kembali berulang pada Mursi. Dulu dipenjara semasa Mubarak, namun kini jadi Bapak Negara.

Di Ghaza, kawasan yang terus dibombardir Israel, Masyarakat berkumpul di depan gedung pemerintahan. Orasi yang dimpimpin oleh Mahmud Zahar dihadiri oleh ribuan massa. Rakyat Ghaza berharap kemenangan Mursi akan berefek positif atas persengketaan antara mereka dengan israel. Mereka pun berharap perbatasan Rafah segera dibuka. Sebagaimana janji Mursi selama masa kampanye.

Menanggapi kemenangan Mursi. Ratusan massa pro Syafiq menutup jalan di depan gedung militer di wilayah Nashr City, Namun menurut laporan R.S.D News, tidak ada konfrontasi massa. Pendukung Mursi lebih memilih jalan alternatif untuk menghindari bentrok. Namun sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Ahmad Syafiq dan Dewan Tinggi Militer atas kemenangan Mursi.

Sementara itu, analisis politik Mesir sebagaimana dikutip harian syuruq, Faisal Qasim mengatakan, kemenangan Mursi hendaknya tidak menjadi kemenangan satu kelompok saja (red. Ikhawanul Muslimin), namun harus ditanggapi sebagai kemenangan rakyat Mesir dan mengutamakan hak rakyat daripada kelompok.
Kemenangan Mursi diharapkan mampu membuka babak baru dalam peran Timur Tengan untuk peradaban dunia. Selain itu, kemenangan Mursi juga diminta mampu menjembatani konflik negara Arab, khususnya terkait masalah Palestina dan membawa kejayaan Islam secara umum.

Dr. Muhammad Mursi adalah Presiden Mesir yang melaju melalui partai Kebebasan dan Keadilan. Partai ini merupakan sayap politik dari Jamaah Ikhwanul Muslimin yang didirikah Hasan Al Banna. Sebelumnya, Partai ini mencalonkan Khairat Syatir untuk menjadi presiden, namun karena terhalang perkara administrasi maka ditunjuklah Muhammad Mursi, yang pernah duduk di parlemen dan merasakan kejamnya penjara Mesir.

Mursi lahir di Udwah kawasan Syarqiyah, 20 Agustus 1951. Orang tuanya hanyalah seorang petani. Beliau menikah pada tahun 1978. Kini telah dikarunia 5 orang anak dan 3 cucu. Beliau, isteri dan seluruh anaknya adalah penghafal Al-Quran. Tahun 1978 meraih gelar Master sain bidang teknik material di Universitas Kairo. Meraih gelar PhD. Dari Universiti Southern California pada tahun 1982 dengan nilai summa cumlaude. Banyaknya tawaran dari universitas terkemuka di Amerika tak membuatnya tergiur. Tahun 1983 ia pulang ke kampung halamannya kemudian menjabat Dekan di Universitas Zaqaziq dari tahun 1985 sampai 2000. Pernah menjadi anggota parlemen Mesir pada tahun 2000-2005. Pada periode selanjutnya, kemenangannya dianulir oleh penguasa. Mencicipi jeruji besi pada masa itu. Bahkan 28 Januari 2011, pernah ditangkap untuk tidak menggerakkan revolusi.

Sikap Ahmad Syafiq

Sementara itu, Ahmad Syafiq, calon presiden Mesir yang naik melalui jalur independen Ketika diwawancarai secara langsung oleh Studio 27 Mesir mengucapkan selamat kepada Dr. Muhammad Mursi. Dia menyatakan akan mendukung Mursi jika pemerintahannya nanti sesuai dengan kehendak rakyat. Syafiq juga mengingatkan Mursi agar tidak bertindak diskriminatif, Menurut Syafiq, Mursi mengemban amanah yang cukup sulit. terutama terkait sisi ekonomi, keamanan dan persatuan bangsa.

Ditanya mengenai langkah selanjutnya yang akan dilakukan syafiq, secara diplomatis ia menjawab bahwa akan memikirkan hal itu ke depan. Saat ini ia ingin fokus beristirahat setelah masa pemilu yang melelahkan. Apakah ia akan membuat partai politik baru atau sebuah lembaga swadaya masyarakat, itu sangat tergantung dengan kesepakatan bersama dengan pendukungnya.

Nasib Mursi, Tantangan dan Realitas

Sementara itu, Muhammad Mursi dalam pidato pertamanya di hadapan bangsa Mesir sebagai presiden menyerukan persatuan bangsa. Ia mengajak semua pihak untuk bahu membahu membangun Mesir yang maju. Dalam pidato yang disiarkan di seluruh televisi lokal Mesir tersebut, Mursi benar benar memunculkan prinsip islam yang ideal.

Mursi juga sangat diharapkan kebolehannya dalam memimpin Mesir. Untuk mengawal kebijakan 100 hari Mursi, sekelompok massa pro revolusi membangun sebuah web dengan nama www.morsimeter.com. Website ini akan mengawal kebijakan dan janji janji Mursi selama masa kampanye.

Selain itu, terpilihnya Mursi menjadi tantangan tersendiri bagi nasib politikus dan politik Islam ke depan. Mursi harus bisa menjadi teladan dan standar yang ideal untuk kesuksesan pemimpin Islam. Jika tidak, bisa saja kepercayaan masyrakat akan semakin berkurang. Selisih yang amat sedikit antara Mursi dan Syafir bisa menjadi kata kunci bahwa politik Islam di era modern belum begitu teruji. Mursi benar benar harus bisa menganyomi seluruh pihak di bawah bingkai Islam yang benar.

Pastinya, kemenangan Mursi memberi harapan baru buat Bangsa Arab. Membuka lembaran baru tentang kehidupan Mesir. Menumpuk asa bagi rakyat Palestina. Juga bagi Islam secara umum. Kemenangan Mursi juga erat kaitannya dengan nasib perjanjian Camp David tahun 1978 dengan Israel. Kemenangan Mursi adalah seberapa besar Arab Spring akan berpengaruh pada dunia (MH)
Badan Takaful Aceh


No comments:

Item Reviewed: Mursi, dari Penjara ke Istana Rating: 5 Reviewed By: kmamesir