Hati Adalah Amanah Terbesar dari Allah


Dari mata jatuh ke hati, itulah yang sering kita rasakan. Dan rasa itu berkembang menjadi cinta yang acapkali tidak terlepas dari ruang lingkup kehidupan. Karena pada hakikatnya manusia tidak bisa hidup tanpa cinta. Yach, dengan cinta semua perkara jadi mudah. Dan dengan cinta pula semua perkara tidak terarah. Maka dari itu waspadalah terhadap cinta yang kian menyapa.

Bersyukurlah kita yang dianugrahi cinta. Mungkin kini atau suatu saat nanti kita tidak akan pernah lagi merasakan cinta. Pertikaian dimana-mana, permusuhan merajalela, kebencian yang tak pernah usai, serta perdamaian sulit  untuk diwujudkan. Kenapa ini bisa terjadi? Karena cinta telah punah dalam hati kita. Hati semakin keras bak batu, suka mempertahankan ego yang berujung kerugian dan berakhir penyesalan tak bermakna. Nauzubillah

Duhai kekasih Allah

Hati itu adalah amanah terbesar dari sang pemilik cinta, yang harus dijaga dan diatur setiap geraknya. Cinta itu pasti ada pada setiap makhluk Allah. Dan efeknya Tergantung bagaimana cara menjaga dan mengelola cinta yang datang.

Terkadang setan datang menggoda, membujuk dengan tipu muslihatnya, membakar api nafsu yang membara demi menyongsong kehidupan untuk menemaninya kelak. Tapi jangan ragu kawan untuk memusuhi, karena itu adalah pinta setelah kufur kepada-Nya.

Jangan terpedaya , ialah musuh yang nyata. Dan wajib diperangi dengan tuntunan-Nya dan Rasululah Saw.. Tetap berpegang teguh kepada Allah yang maha Esa, sang pemilik cinta.
Jika cinta menyapa. Pastikan bukan untuk sebuah permainan dan nafsu belaka. Bukan pula untuk ria dan mempertahankan ego semata. Akan tetapi, cinta sejati yang mengharap ridha Ilahi. Setiap gerak geriknya seolah diawasi, malu jika pengabdiannya cacat tak bertuan yang mengurusi.

Terkadang pergaulan semakin bebas, mode pakaian menjadi prioritas utama. Yang disuruh  terlewatkan dan sebaliknya yang menjadi larang-Nya berduyun-duyun dikejar. Bahkan yang lebih parahnya jati diri hilang, jatuh diterpa perkembangan zaman.

Sadarlah, bangunlah dari pulau ini. Dunia ini hanya sementara. Perjalanan kita masih panjang dan terlalu panjang. Masih ada dunia kedua, yang kita kekal didalamnya. Tidakkah kita ingin menggapai syurga, menjadi hamba yang dirinduiNya, dan  bersanding dengan bidadari syurga nan cantik jelita. Pangeran nan tampan rupawan. Sunguh malang jika persinggahan ini kita lalai, terbuai dengan indahnya dunia fana. Betapa merugi dan sesal ketika waktu sudah  tak lagi berteman.

So, its our turn to be better. Jadilah hati kita hati yang tunduk dan patuh terhadap rambu-rambu agama yang telah ditetapkan. Pergunakan kesempatan menggapai mahligai cinta Ilahi. Cinta Allah kekal sampai akhirat nanti, jagalah hati jangan sampai ternodai.

Oleh : Nani Hidayati.

Posting Komentar

Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir
To Top