Monday, October 1, 2012

Haj Mahmud Vs Haj Hanafi


Mesjid Hidayah, Mesjid yang terletak dekat tempat tinggal mahasiswa Aceh di Mataryah. Ada dua orang kakek-kakek yang hampir tidak pernah absen Shalat jamaah. Yang satu bernama Haj Hanafi dan yang satu lagi benama Haj Mahmud.

Dua hari yang lalu, saya mengimami Shalat Isya di Mesjid Hidayah ini. Menurut saya bacaan ayat yang terbaca sudah lumanyan benar. Tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu pendek. Karena yang saya tahu, kalau ayat yang panjang-panjang dibaca, Haj Mahmud akan teriak protes.

"Nabi telah bersabda: Siapa saja yang menjadi imam, maka hendaklah memendekkan bacaannya".

Rukuk dan sujud. Menurut saya, kedua rukun itu saya laksanakan dengan sangat standar. Sesuai dengan yang disunnahkan oleh agama, yaitu bertasbih sebanyak tiga kali "subhanarabiyal adhimi" tiga kali di waktu rukuk. Dan "subhanarabiyal a`la" tiga kali sewaktu sujud.

Akan tetapi Haj Hanafi tidak puas dengan apa yang telah saya laksanakan. Dia merasa tiga kali tasbih itu masih belum cukup. Alasannya, karena dia ingin menambahnya dengan doa. Dia pernah mendengar sebuah hadis dari Nabi Muhammad SAW.

"Seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya, manakala dalam keadaan sujud, maka perbanyakkanlah membaca doa jika kamu sedang sujud".

Selesai salam, semua mata jamaah tertuju ke arah Haj Hanafi. Dia berteriak "Saya telah tegur imam ini sebelumnya, supaya rukuk dan sujud diperpanjang sedikit lagi supaya kita bisa berdoa, tapi dia tidak dengar".

Benar, Haj Hanafi memang  telah pernah memanggilku secara khusus. Dia berpesan pada saya agar sewaktu rukuk dan sujud bisa sedikit lebih panjang lagi, agar beliau dan jamaah laiinya bisa menambah dengan doa.

Akan tetapi, sebelum saya laksanakan pesan beliau. Saya mencoba menanyakan usulan ini ke salah seorang pengurus Mesjid. Apakah rukuk dan sujud selama ini sudah pas atau perlu di panjangkan lagi. Karena Haj Hanafi ingin sujud bisa lebih panjang lagi.

Jawaban bapak pengurus Mesjid ini "tidak perlu, sudah pas seperti sekarang ini. Kalau Haj Hanafi mau menambah dengan doa, bisa shalat sendiri. Kalau ikut imam ya cukup tiga kali".

Bebearapa hari yang lalu sewaktu shalat Ashar. Ba'da salam, satu menit kemudian giliran Haj Mahmud yang berteriak. "kalau kamu selesai Shalat sebaiknya kamu mengahadap kiblat. Jangan mengahadap ke samping, karena arah kiblat itu lebih mulia".

Semua mata tidak berkedip melihat ke arah saya. Saya menjadi salah tingkah, tidak tahu harus berbuat apa. Yang saya tahu bahwa, seorang imam setelah salam, dianjurkan untuk tidak menghadap ke arah kiblat. Supaya  orang tahu, bahwa imam telah selesai Shalat. Di sisi yang lain, saya harus membalikkan badan ke arah kiblat menuruti permintaan Haj Mahmud, sebagai penghormatan buat orang tua.

Hari ini masih untung tidak diprotes oleh Haj Mahmud. Saya memanjangkan sujud dan rukuk, sebagai bentuk sambutan atas teriakan Haj Hanafi pada shalat Isya dua hari yang lalu.

Saya sempat protes di hati "semua salah, begini salah begitu salah". Mungkin karena saya orang asing, jadi mereka lebih bebas protes…!

Akan tetapi, setelah saya merenung sejenak. Saya berkisimpulan bahwa semua aksi mereka di Mesjid Hidayah selama ini menunjukkan betapa besar kepedulian mereka terhadap ibadah, walaupun dengan segala keterbatasan mereka dalam fikih ibadah.

Haj Mahmud dan Haj Hanafi, merupakan dua orang jamaah di Mesjid Hidayah, yang memiliki lagak dan gaya yang unik. Dan disana ada dua orang jamaah lagi yang tak kalah unik. Akan tetapi pada kondisi yang lain, bukan pada panjang pendek Shalat, yaitu: Ammu Jamal Brother, dan Haj Arabi.

Tidak perlu banyak saya ceritakan tentang ulah kedua mereka. Yang pasti masing-masing dari kedua mereka pada saat sedang Shalat sunat, pernah memanggil saya. Dan saya pahami bahwa saya diminta menunggu sejenak, sampai selesai mereka Shalat sunnah.

Penasaran cerita, tingkah dan cara mereka? Nah, coba saja Shalat di Mesjid Hidayah lama-lama pasti tahu juga…!

Edi Saputra, MA
Penggiat Shalat Berjamaah di Sagoe Metro. Saat ini menjabat sebagai Khalifah Sagoe Matarea.

Badan Takaful Aceh


No comments:

Item Reviewed: Haj Mahmud Vs Haj Hanafi Rating: 5 Reviewed By: kmamesir