Wednesday, November 14, 2012

Menyoal Tuduhan Islam Anarkis


Semua orang akan tersayat hatinya apabila nama baik atau pilihan favoritnya dinodai. Dan ia akan berusaha sekuat tenaga mengembalikan eksistensi favoritnya kepada asal mula, sekaligus menciptakan counter attack terhadap si pelakunya. Apalagi noda yang ditaburkan tersebut hal mengada-ngada, propaganda, bukan kenyataan yang sesungguhnya.

Begitu juga Penganut agama Islam, mereka akan tersayat hatinya dikala pilihan favoritnya agama Islam dilanda tuduhan. Apalagi tuduhan ini bagian dari propagnda, seperti Islam agama yang anarkis dalam menerapkan undang-undang agama misalnya. Ditambah lagi pelakunya musuh mereka (Yahudi). Maka wajar saja ummat Islam marah dan menempatkan Yahudi pada rentetan pertama pada barisan musuh mereka. Namun, apakah benar seperti tuduhan mereka? dan kepada siapa sepantasnya istilah ini dinobatkan?

Kalau bertanya konsep penerapan hukum Islam baiknya kita melihat beberapa kitab karya ulama Islam; Syari'ah Wal Hayah karya Imam Yusuf al-Qarzawi, Tarikh Tasyrik Islami karya Dr Risyad Hasan Khalil dan lain-lain. Dalam kitab tersebut dijelaskan proses penerapan hukum dalam Islam dilakukan dengan cara tadarruj (elastis) bukan dengan kekerasan (anarkis).

Diantara hukum yang diterapkan Islam dengan  cara tadarruj adalah proses pengharaman khamar, diwajibkan zakat, difarzukan shalat dan lain sebagainya. Lalu kenapa hukum tersebut bisa kokoh, padahal diaplikasikan dengan cara lemah lembut. Ini bukan satu hal yang aneh, karena  asas (undang-undang) agama Islam sangat lembut, yaitu Ria'yah Mashalihun Nas Jamian (menjamin kemaslahatan bagi seluruh ummat manusia) dan Adamul Haraj Waqillatut Takalif (tidak keras dan sangat sedikit hukum yang dibebankan).

Dalam kontek Riayah Maslahah ini Islam tidak hanya menjamin kemaslahatan ummat Islam semata, tapi orang Kafir yang berdomisili di negeri muslim pun dijamin kemaslahatannya. Seperti kafir Zimmi, mereka tetap hidup dengan aman dan diberikan hak-haknya menurut perspektif Islam.  Kemudian dalam Islam dianjurkan untuk saling tolong-menolong dalam hal kebaikan dan mencegah dalam keburukan. Hal seperti ini juga dianjurkan bagi Muslim dan Kafir.

Begitu juga dengan asas yang kedua Adamul Haraj Waqillatut Takalif, agama Islam tidak pernah memaksa penganutnya untuk mengerjakan hal-hal di luar batas kemampuannya. Hal ini sangat konsisten dengan firman Allah surat (al-Baqarah ayat :286). Hatta dalam Islam dibolehkan qasar dan jamak shalat bagi musafir, boleh duduk dalam mendirikan shalat bagi orang yang lemah, boleh tayammum ketika tidak diperdapatkan air ataupun saat berada di negri yang dingin. Ini adalah satu lambang keluarnya Islam dalam kontek anarkis dalam menerap asa-asasnya.

Kemudian hukum yang dibebankan kepada penganutnya sangat sedikit. Seperti diwajibkan shalat hanya lima jam dalam sehari, diwajibkan zakat hanya sedikit dari harta yang harus dikeluarkan. Diwajibkan puasa itu pun sebulan dalam setahun, di wajibkan haji itu pun sekali seumur hidup dan bagi orang yang mampu, dan lain sebagianya. Jadi, dimana tuduhan yahudi yang mengatakan Islam itu anarkis, menerapkan hukum dengan kekerasan. semua itu adalah propoganda mereka semata untuk membuat nilai estetika Islam runtuh, membuat Islam malu di mata dunia.

Hegemoni dan Propaganda Barat

Surat al-Baqarah ayat :120 merupakan bukti besar kedengkian Yahudi terhadap Islam. Sehingga rasa dengki ini sudah dijadikan harta warisan bagi anak cucu mereka. Sejak kecil anak-anak mereka sudah dididik tata cara membenci Islam. Maka tak heran bila hari-hari mereka banyak dihabiskan  membuat Islam malu dan terluka. Karena intinya mereka tidak pernah rela sebelum ummat Islam mentolerir jejak mereka. Lalu mereka menciptakan berbagai macam tuduhan propaganda untuk membuat Islam terbelakang di mata dunia.

Seperti tuduhan Teroris, istilah ini muncul pasca meletusnya gedung WTC pada tanggal 11 september 2001. Dimana Islam identik dengan sebutan pengacau (terorist). Padahal dilihat dari kenyataannya mereka sepatutnya yang lebih utama disebut dengan pengacau. Kenapa tidak, sebagian besar kejadian dan kerusakan di atas bumi terindikasi dari tangan Yahudi. Seperti peristiwa terjadinya perang dunia satu dan dua, peperangan yang terjadi antara Hamas dengan Fatah, Iraq dengan Iran, Semuanya berimbas dari mereka. Rahasia ini sudah terealisasi dengan rapi dengan munculnya film 'Zeitgeist.Final.Adition'.

Peristiwa yang sedang terjadi di Gaza juga bisa dijadikan sebagai bukti besar bahwa mereka bersikap anarkis. Dimana mereka mencuri bumi Palestina dengan alasan Quil Sulaiman dekat Masjid al-Aqsa milik Nabi mereka. Lalu mereka mendirikan negaranya di atas bumi Palestina. Tidak hanya disini, mereka juga membunuh jutaan warga Palestina yang kebayakannya anak-anak. Membuat warga Palestin merana, tidak manusiawi, memperkosa kaum wanita. Tidakkah ini bertentangan dengan HAM yang ditetapkan PBB dari hasil suntikan Yahudi juga. Mengapa kalau orang Islam membentak anaknya saja karena salah dikatakan melanggar HAM. Kenapa melayangnya nyawa anak Palestina tidak ada yang berasumsi melanggar HAM. Apakah HAM ini khusus untuk orang Islam saja.

Dari segi lain, mereka mempropagandakan nilai-nilai buruk terhadap Islam melalui peluncuran Film. Seperti film Innoncence of Muslim, Actvalor72.Ganool dan film-film lainnya. Dimana dalam film Innoncence mereka menggambarkan sosok Muhammad itu seorang yang haus sex, pemabuk, dan pemborontak (terorist). Tuduhan ini sangat kontradiksi dengan apa yang tertuang di dalam kitab Tsirah Annabawiyah, yang menggambarkan Nabi Muhammad SAW sosok leluhur pemaaf, lembut, dan tidak kejam seperti tuduhan mereka. Bahkan Michael Hart menempatkan Nabi Muhammad SAW pada barisan nomor satu sebagai orang berpengaruh di dunia.

Oleh karena itu, Islam tidak pantas dinobatkan dengan sebutan Terorist, Anarkis dan istilah kejam lainnya. Karena pada dasarnya Islam telah menciptakan kehidupan baru yang lebih bermartabat bagi ummat manusia. Dimana bangsa Arab yang dikenal dengan 'Jahiliah', hidup bagaikan Binatang yang ada di hutan belantara, membunuh wanita, saling menindas, dan tidak punya undang-undang kehidupan sudah berubah menjadi ummat yang mulia dengan kedatangan Islam.  Saya himbaukan kepada orang Yahudi kalau tidak bisa membalas jasa orang Islam, setidaknya berterimaksih saja buat Islam, tidak perlu mencari sensasi dan membuat komfrontasi.

Ummat Islam Bersatu

Sub judul ummat Islam bersatu sebenarnya berat di utarakan, karena hanyalah menjadi harapan yang tak pernah terwujud. Tapi hari ini harapan itu bila muncul dari satu orang dan semua ummat muslim memiliki harapan yang sama, maka terwujudlah harapan tersebut.  Kepada setiap Muslim sudah saatnya mengerjakan  ibadah yang di perintah Allah swt. Dalam artian Ummat Islam akan lebih memiliki rasa persaudaraan yang kuat antar mereka.

Ummat Muslim juga jangan mudah terprovokasi oleh media. Karena hal inilah yang membuat kita menjadi bodoh, lugu (innoncence) yang menjadi pintu masuknya Yahudi mengkerdilkan agama kita. Bagi pemerintah (penguasa), kita harapkan bisa meningkatkan rasa pedulinya terhadap remaja, pemuda dalam upaya mercerdaskan mereka di bidang agama. Karena masa depan Islam tergantung pada modal mereka hari ini.

Begitu juga bagi orang tua, ajarkan nilai-nilai Islam kepada anak-anaknya. Tidak cukup dengan bermodalkan si anak bisa baca al-Quran saja, tapi perkenalkan Islam lebih dalam kepada mereka. Ajarkan anak-anak kita cara bermedia yang Islami, menyebarkan nilai-nilai Islam baik lewat jejaring Face Book, Twinter dan lain-lain. Jangan sampai mereka mengunakan media dalam murka Allah SWT.

Semoga suatu hari nanti ummat Islam bisa menguasai media mengalahkan media-media barat. Dan terima kasih saya kepada segenap pengurus media Suara Aceh yang sudah menyediakan website ini sebagai medan disebuah peperangan menebas orang Kafir (media Islami).

Oleh Abdul Hamid M Jamil | Mahasiswa Universitas al-Azhar-Kairo. Staf buletin el-Asyie KMA. Alumni Dayah Ummul Ayman Samalanga.
Tulisan dimuat di Website : Suaraaceh.com tgl : 31 Oktober.

Badan Takaful Aceh


No comments:

Item Reviewed: Menyoal Tuduhan Islam Anarkis Rating: 5 Reviewed By: kmamesir