Friday, September 4, 2020

Kawan, Kitalah Pengubah Sejarah Itu! (Bagian 2)

Oleh: Maulizal Akmal*
The Conversation.com


Hey! Apakah semua kehebatan bangsa-bangsa penguasa dunia saat ini serta peristiwa penindasan terhadap umat Islam saat ini terjadi begitu saja tanpa ada pelaku?! Tentu tidak. Di balik peristiwa besar ini terdapat campur tangan tokoh-tokoh hebat, baik mereka yang terjun ke lapangan atau malah berjuang di balik bayangan. Mereka adalah orang-orang dengan semangat juang yang tinggi dan punya cita-cita besar terhadap agama dan bangsanya. Merekalah yang mengatur strategi, mengotak-atik rencana sehingga perubahan terealisasikan. 

Dibalik perubahan besar Eropa dari abad kegelapan, pertengahan, hingga terbitnya abad pencerahan, tak luput dari peran ilmuwan-ilmuwan, filosof-filosof dan tokoh politik saat itu. Friedrich Nietszche, Immanuel Kant, Nicolaus Coperticus, Johannes Kepler dan Leonardo da Vinci sebagai salah satu perintis utama filsafat modern di abad pertengahan serta Renè Descrates yang disebut-sebut sebagai bapak filsafat modern bangsa Eropa. Tokoh-tokoh besar inilah yang berjasa dibalik kemajuan Eropa saat ini. 

Tentunya, sekalipun mereka mengembangkan pemikiran yang tidak dilandasi oleh keyakinan yang benar, tetap saja orang-orang seperti ini tidak lahir dengan sendirinya. Immanuel kant contohnya, ia dikenal sebagai orang yang sangat disiplin, semua kegiatannya setiap hari sudah terjadwal dengan sistematis. Inilah penyebab ia sanggup menulis banyak karya. Renè Descrates, bapak filosof modern menjual seluruh harta warisannya, kemudian harta tersebut diinvestasikan. Beliau lebih memilih tinggal di perkampungan yang tidak banyak orang, agar nyaman dalam belajar dibandingkan tinggal di pusat kota bersama teman-temannya. 

Selanjutnya bangsa yahudi. Lihatlah mereka, hanya untuk mendapatkan tanah Palestina yang mereka anggap sebagai tanah warisan, mereka berani meletuskan perang dunia pertama dan berhasil meruntuhkan Khilafah Usmaniyah yang telah bertahan tujuh abad lamanya. Dibalik kengerian ini, tentu banyak tokoh-tokoh yang berperan. Siapa yang tidak kenal Emanuel Carasso, tokoh yang menghadap Sultan Abdul Hamid II untuk meminta tanah Palestina. David Ben Gurion, Chaim Wezmann, Max Simon Nordao, Je'ev Jabotinsky dan tokoh utama, Theoder Herzl, pendiri negera Israel dan disebut bapak rohani bangsa yahudi. 

Theoder Herzl dididik dalam semangat pencerahan yahudi Jerman, sehingga kepercayaan yahudi mengakar erat dalam hidupnya. Dialah yang menggaris masa depan bangsa yahudi dalam bukunya “Der Judenstaat” dia ingin bangsa yahudi bangkit dan menguasai dunia. Karena itu, hal pertama yang ia rencanakan adalah mengumpulkan bangsa yahudi dalam satu negara. Namun, rencana ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Alih-alih mendapat dukungan, dia malah ditertawakan dunia, bahkan bangsa yahudi yang hidup makmur di Eropa juga ikut mengejeknya. Di tambah lagi, permohonannya untuk membeli tanah suci Jerusalem berkali-kali ditolak oleh Sultan Abdul Hamid II. 

Hal ini sama sekali tidak menjadi peroboh semangat serta mengundang keputusasaan Herzl, bahkan berjanji pada dirinya "Hari ini dunia boleh menertawakan apa yang kukatakan, tapi lihatlah dua puluh atau lima puluh tahun kedepan mereka akan tercengang melihat kebangkitan bangsa ini.". Singkat cerita, Herzl berhasil mengadakan kongres perdana yahudi di Basel, Swiss, pada tahun 1897 dan berhasil memakzulkan Sultan Abdul Hamid II hingga kemudian runtuhnya Turki Usmani. Dengan ini, ia mendapat tanah palestina dengan cuma-cuma. Betapa luar biasa semangatnya. Afner Falk dalam bukunya “Herzl, King of the Jews: A Psychoanalityc Biography of Theoder Herzl” menyebutkan, ia meninggal di usia muda pada umur empat puluh empat tahun karena menderita gagal jantung yang disebabkan oleh kurang istirahat dan banyak bekerja untuk bangsanya . 

Kegigighan mereka dalam membangun apa yang mereka percayakan bukan tidak membuahkan hasil. Lihat saja saat ini, meraka berani dengan terang-terangngan menjarah bangsa-bangsa muslim, mengadu domba bahkan tak segan menawarakan bantuan saat kita yang masih bernaung di bawah kalimat tauhid saling berperang. Akibatnya, penindasan terhadap muslim telah berani dilakukan terang-terangan dengan anggapan kita tidak bisa melawan. 


Kawan, setelah segala kejayaan yang berganti penindasan mampukah sekarang kita duduk tenang dan santai saat melihat keadaan kita yang berubah drastis? Sanggupkah kita mendengar raungan dan tangisan anak-anak Palestina yang ditindas? Sanggupkah kita melihat darah saudara-saudara kita di Yaman dan Suriah yang saling berperang antar saudara? nama teroris yang acapkali pakaikan, lahirnya Islamophobia, bahkan dalam beberapa waktu lalu demo anti-Islam kembali diteriakkan di Norwegia. Apakah kita hanya akan terpaku ketika mendengar kabar tentang ini? 
Gugel.com

Dimana semangat juang pemuda Islam? Dimana cita-cita besar kita terhadap agama? Apakah kita tinggal diam dengan Islam yang salah diperkenalkan? Apakah kita bisa tinggal diam dengan berbagai propaganda yang dimainkan? Kenapa kita harus terus didikte oleh kemirisan zaman. Kenapa kita tidak mengepalkan tangan, mengambil buku dan pena dan melentangkan kembali sayap cita-cita dan semangat! 

Lihatlah tokoh-tokoh hebat Eropa dan yahudi di atas. Untuk memperjuangkan kesalahan saja mereka begitu bersemangat dan tidak menyerah. Kenapa kita yang berada dalam kebenaran hanya terdiam. Atau lihatlah tokoh-tokoh besar umat kita, banyak hal yang seharusnya kita tiru dari mereka. Kenapa kita tidak mengikuti jalan hidup mereka yang hebat? Perjuangan mereka, semangat yang tak pernah pudar dalam membela agama. Ah, Monkey D. Luffy saja rela mati demi menjadi raja bajak laut. Kenapa kita malah menjadi pengecut untuk menjadi yang lebih hebat? 

Sekarang kita hanya perlu memilih, apakah kita hanya ingin mengalir saja dalam sejarah, hidup dalam keadaan santai dan membiarkan saja masalah-masalah ini. Atau kita ingin menjadi pengubah sejarah dan membawa perubahan bagi agama dan bangsa. 

Namun pastinya, agama ini tentunya akan bangkit kembali. Karena sejarah menceritakan demikian. Saat nyawa umat ini berada di ujung tenggorokan sosok hebat pasti akan datang lagi. Ya, kita lah yang akan menjadi tokoh-tokoh itu, jika kita para pemuda kembali berpegang teguh pada pondasi-pondasi yang telah Rasul dan ulama-ulama kita ajarkan. Bersungguh-sungguh dan pantang menyerahlah! umat Islam pasti akan mengguncangkan dunia untuk kesekian kalinya. Semoga Islam kembali berjaya seperti di masanya dan semoga Allah swt menjadikan kita salah satu daripada orang-orang yang selalu membela agamanya, amin ya Rabbal 'Alamin




*Penulis merupakan Mahasiswa tingkat 1 Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo.
Editor: Annas Muttaqin

Badan Takaful Aceh


No comments:

Item Reviewed: Kawan, Kitalah Pengubah Sejarah Itu! (Bagian 2) Rating: 5 Reviewed By: kmamesir