Thursday, November 18, 2021

Benarkah Mengikuti Seminar Pranikah Mampu Menekan Tingginya Masalah Perceraian?

Oleh: Marlina Sukmawati*

(Image: Unsplash.com)

Seorang bapak berpakaian sederhana, memakai baju koko putih, mengenakan sirwal hitam senada dengan peci hitam khas Indonesia di atas kepalanya memasuki aula Pasangrahan KPMJB. Ia adalah Dr. Aep Saepulloh. D,. MA. Doktor di bidang Usul fikih lulusan Universitas Al-Azhar Cairo. Menghadiri undangan sebagai pembicara pada seminar pranikah sabtu (30/10).

Seminar ini dipadati oleh mudi-mudi jomblo yang sedang memperbaiki diri sambil menunggu datangnya jodoh terbaik dari Ilahi. Acara dibuka oleh MC pukul 13.45 siang. Diawali dengan lantunan ayat suci Al Qur'an serta penyampaian sambutan-sambutan. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan curriculum vitae pemateri yang diambil alih oleh moderator.

Masih dalam pengenalan, pemateri ini sudah berhasil membuat peserta tercengang dengan berbagai kesibukannya, dari kegiatan menjadi imam dan penceramah selama ramadhan dan idul fitri di manca negara, serta prestasi yang dipaparkan moderator menambah antusias para pendengar. "Mendampingi aminul fatwa Darul ifta' Mesir dalam memberikan fatwa kepada masyarakat Mesir di Darul ifta' Mesir. Cairo selama satu tahun." Sebut moderator dalam pembacaan salah satu kegiatan pemateri sangat memukau.

Tak berselang lama, materi seputar pranikah mulai dikupas tuntas serenyah mungkin oleh pemateri. Pembawaan yang lugas dan apik membuat materi tersusun rapi dan enak didengar. Terhimpun dalam satu judul besar 'Empat Persiapan Pernikahan' yang terdiri dari empat bab pula. "Saya mengambil dan merujuk ilmu ini adapun dari ulama-ulama dan kitab-kitab yang ditulis para ulama" kata ustaz Aep mantap.

(Image: Dok. pribadi)

Bab pertama yaitu pendahuluan. Membahas tentang keutamaan dan tujuan pernikahan. Bab kedua berisi persiapan sebelum menikah, meliputi: 1. hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum menikah seperti fisik, mental dan materi. 2. Konsistensi dalam ibadah, tangung jawab, pengorbanan dan menerima perbedaan. 3. Menjauhi sifat-sifat seperti annanah, mannanah, hannanah, haddaqah, barraqah, dan syaddaqah bagi perempuan. Bab selanjutnya kriteria memilih pasangan, sifat khitbah dan bab terakhir akad dan ketentuannya.

Selain itu, pemateri juga menyampaikan beberapa solusi yang dapat dilakukan oleh pasangan ketika menghadapi masalah. Hal yang paling utama adalah berdoa dan bersabar. Jika ingin bercerita, ceritalah ke pada ahli di bidangnya seperti ustaz atau psikolog. Dan ingat tidak semua masalah bisa diselesaikan saat itu juga, terkadang biarlah waktu yang membereskannya.

"Saya tidak mengatakan kalau dalam rumah tangga itu tidak ada masalah, karna masalah itulah kehidupan. Tapi, ketika menghadapi masalah mohon tidak meninggalkan rumah, tidak melibatkan anak, minta dicerai, mendoakan yang tidak baik, mencaci maki pasangan apalagi sampai merendahkan dan menghina keluarga pasangan". Tekan beliau sebelum menyudahi materi.

الوقت يحل عدد مر المسألة

Empat penelitian yang dilansir oleh engagedmariage.com menyatakan bahwa mengikuti kelas pranikah mampu mengurangi tingkat perceraian sebesar 30%. Menyandang predikat makhluk yang berakal dan teratur, maka segalanya perlu ilmu dan belajar. Apalagi untuk menjalankan ibadah seumur hidup serta mempersiapkan generasi berkualitas tinggi di masa mendatang maka mengikuti seminar pranikah merupakan langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum menikah.

Seminar ini adalah part 1, lanjutannya merupakan seminar pascanikah yang dilaksanakan satu minggu setelahnya. Mengusung tema "Menyemai Cinta Hingga ke Surga" seminar lanjutan itu ternyata tak kalah seru dari yang pertama. Tidak hanya mudi-mudi, ibu-ibu rumah tangga juga ikut memeriahkan acara.

Seorang filsuf pernah berkata "Hubungan tanpa saling percaya adalah seperti mobil tanpa bensin, hanya bisa berada di dalamnya tanpa bergerak ke mana-mana". Dalam artian keluarga yang sakinah mawadah warahmah itu perlu diusahakan, tidak hanya cinta kemudian menikah lalu sakinah. Ada nilai, visi dan gaya hidup yang harus sama-sama diperjuangkan.[]


*Penulis merupakan mahasiswi jurusan Syariah Islamiyah di Universitas Al-Azhar, Kairo.

Editor: Aja Chairul Husnah
Badan Takaful Aceh


No comments:

Item Reviewed: Benarkah Mengikuti Seminar Pranikah Mampu Menekan Tingginya Masalah Perceraian? Rating: 5 Reviewed By: kmamesir