Friday, January 12, 2018

Keangkuhan, Dendam dan Siasat Iblis dalam Menyesatkan Manusia

Oleh: Muhammad Mutawalli*
reverendfun.com


Allah Swt. berfirman :

وَإذ قلنا للملاّءكة اسجدوا لآدم فسجدوا إلا إبليس أبى واستكبر وكان من الكافرينَ ۝٣٤ 

“Dan ingatlah! (Ketika) Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kalian kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri dan ia termasuk ke dalam golongan yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 34)

Sebelumnya, seperti yang telah diceritakan pada bagian pertama (Sejarah Iblis, Makhluk yang Sempat Menjadi Primadona) bahwa iblis secara langsung menolak perintah Allah Swt. yaitu sujud kepada manusia pertama, nenek moyang kita Adam As. sebagaimana Allah Swt. juga memerintahkannya kepada para malaikat.

Dalam Kitab Tafsir Jalalain dijelaskan bahwa makna sujud di atas bukanlah makna sujud secara dhahir sebagaimana sujud seorang Muslim ketika shalat, akan tetapi maksudnya ialah sebagaimana yang tertera dalam kitab tersebut (سجود تحية بالانحناء), yaitu sujud sebagai bentuk penghormatan dengan cara membungkukkan badan. Maka dari itu sesuai dengan yang telah Allah Swt. firmankan bahwa iblis menolak mentah-mentah perintah tersebut sambil menyatakan bahwa dirinya lebih mulia dibandingkan manusia (Adam As). Maka Allah Swt. murka atas keangkuhan dan kesombongan iblis serta melaknatnya dan menggolongkannya pada kelompok kafir.

Terkadang timbul pertanyaan, mengapa Allah Swt. menantang iblis/setan dan memberikannya kesempatan untuk menyesatkan manusia, Allah Maha Tahu atas apa yang akan iblis rencanakan, mengapa Allah Swt. tidak langsung menghabisinya pada waktu itu?

Dr. Zakir Naik, dalam kegiatan dakwahnya pernah ditanyai mengenai permasalahan tersebut dan beliau menjawab :

“Ada kesalahpahaman sedikit dalam pertanyaan ini, bukanlah Allah Swt. yang menantang iblis, melainkan iblislah yang menantang Allah Swt. ini kebalikannya. Iblis adalah salah satu jin terbaik yang sangat shaleh, tapi dia sangat sombong karena penolakannya untuk hormat kepada Adam. Kemudian dia meminta penangguhan ketika Allah Swt. akan menghukumnya. Iblis berkata : “Berikan aku penangguhan hingga sebelum hari berbangkit tiba, setelah itu aku akan menyesatkan manusia.” Kemudian Allah Swt. berfirman:

واستفرز مَن استطعت منهم بصوتك وأجلب عليهم بخيلك ورجلك وشاركهم في الأموال والأولاد وعدهم ۗ وما يعدهم الشيطان إلا غرورًا ۝٦٤ إن عبادي ليس لك عليهم سلطان ۗ وكفى بربك وكيلا ۝٦٥ 

“Dan perdayakan siapa saja di antara mereka yang engkau (iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka terhadap harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka. Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.” (QS. Al-Isra’: 64)

“Sesungguhnya (terhadap) hamba-hambaKu, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga.” (Qs. Al-Isra’: 65) 

Jadi ini merupakan ujian bagi kita untuk hari kiamat. Dan bagi manusia, dunia adalah area ruang ujian untuk akhirat. Meraka yang beriman kepada Allah Swt serta kalam-Nya, beriman kepada Rasulullah Saw. akan sukses ujiannya dan masuk ke dalam surga”. Begitulah jawaban Dr. Zakir Naik untuk pertanyaan tersebut, jadi jelaslah iblis yang menantang Allah Swt. untuk menyesatkan manusia karena dendamnya iblis terhadap anak cucu Adam.

Secara konsepsi, iblis ingin kita berbagi rasa sakit dan kutukan yang menimpanya akibat kesombongannya sendiri. Iblis ingin melihat kita terbakar, menjerit, menangis sepertinya kelak. Apakah anda ingin tahu bagaimana iblis mewujudkan itu?

Rahasia dibalik tipu daya, tipu muslihat, strategi manipulasi, segala caranya untuk menuntun manusia terhadap dosa. Bagaimana dia memasuki hati dan jiwa manusia untuk berbuat kerusakan di muka bumi. Akan tetapi sebenarnya iblis beserta bala tentaranya tidak punya kekuatan untuk memaksa manusia terhadap dosa seperti yang telah Allah firmankan dalam Surah Al-Isra` ayat 65 di atas. Akan tetapi ini juga sebagai bentuk ujian dari Allah terhadap siapa yang benar-benar beriman maupun tidak, maka Allah Swt. memberikan manusia kehendak bebas dalam memilih jalan baik ataupun buruk. Allah Swt. berfirman :

وما كان له عليهم من سلطان إلا لنعلم من يؤمن بالآخرة ممن هو منها في شك ۗ وربك على كل شيء حفيظ ۝۲۱

“Dan tidak ada kekuasaan (iblis) terhadap mereka, melainkan hanya Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya akhirat dan siapa yang masih ragu tentang (akhirat)itu, Dan tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.” (QS. Saba’ :21)

Berarti jika iblis mempengaruhi kehendak bebas seorang manusia, akan ada kemungkinan iblis berhasil membuat manusia menjadi makhluk pembangkang seperti dirinya. Agenda besarnya adalah melepaskan dunia dari kepercayaan terhadap agama (Islam). 

Bagaimana langkah dan strateginya? strateginya amat sederhana akan tetapi masih banyak kalangan manusia yang masih termakan oleh siasat dan strategi-strategi tersebut, antara lain:

1. Iblis akan mengarahkan Anda pada kekafiran dan mempersekutukan Allah Swt. yang merupakan dosa terbesar. Jika Anda bertahan dan tidak terjebak, iblis akan merencanakan plan B. yaitu,

2. Iblis akan memanggil dan memancing Anda kepada dosa besar, seperti meninggalkan shalat, perzinaan, saling menyakiti sesama manusia, meminum alkohol. Jika seseorang benar-benar beriman dan tetap kokoh, iblis juga tak akan kehabisan akal dan tak berhenti disini saja, maka selanjutnya adalah,

3. Iblis akan mengajak dan memancing Anda kepada dosa-dosa kecil.

Seperti berbohong, mengintip rumah orang lain, duduk bersama orang fasik, membuang air di tempat umum, tidak bertegur sapa sesama Muslim selama 3 hari, dan lain-lain. Jika Anda juga mengabaikannya, 

4. Iblis akan memenuhi hari-hari Anda dengan hal yang sia-sia, yang bukan dosa ataupun kebaikan. Seperti makan terlalu banyak, mengejar urusan-urusan keduniaan. Semua ini akan mencegah anda untuk mendapatkan banyak pahala.

Cara kerjanya adalah sedikit demi sedikit ia memasuki hati Anda melalui titik kelemahan Anda. Contohnya melalui apa saja yang anda cintai, iblis beserta bala tentaranya akan memikat anda step by step (langkah demi langkah). Semakin tak terkalahkan seseorang, maka akan semakin berat pula tipu daya setan pada manusia tersebut. Maka dari hal ini, Allah Swt. Yang Maha Mengetahui segalanya memerintahkan dalam kalam-Nya :

يآأيها الذين آمنوا لا تتبعوا خطوات الشيطانۗ ومن يتبع خطوات الشيطان فإنه يأمربالفحشآء والمنكرۗ ولو فضل الله عليكم ورحمته ما زكى منكم من أحد ابدًاۙ ولكن الله يزكي من يشاءۗ والله سميع عليم ۝۲۱ 

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan munkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak ada seorang pun diantara kamu bersih (dari perbuatan keji dan munkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (Qs. An-Nuur :21)

Adapun taktik dan cara-cara lainnya adalah :

1. Memperindah dunia di mata Anda dan membuatnya menjadi memukau, tak tertahankan di mata Anda, sulit ditolak. Harta, tahta, wanita menjadi pusat semua angan. Incaran yang seluruh dunia mengincarnya dengan segenap cara.

2. Menuntunmu dari satu keinginan pada keinginan lain, tidak ada puasnya, melakukan kejahatan tanpa henti, semakin banyak dari manusia yang berdosa maka akan semakin banyak pula jiwa yang mampu dikuasai oleh setan karna tidak ada benteng kebaikan. Dan secara tidak langsung, setan sudah menganggap jiwa manusia yang telah dikuasai tersebut menjadi budaknya, nauzubillah. 

3. menanamkan rasa takut dan kesedihan melalui celah dari hati anda yang tidak ada benteng kebaikannya. Ini yang biasanya terjadi pada jiwa-jiwa yang kerasukan atau hal lain yang semacamnya. Yang sering terjadi pula rasa takut akan kemiskinan sehingga masih banyak yang berani dan nekat untuk berdusta dan berbuat curang dalam bermuamalah.

4. Membuat jiwa manusia takut terhadap penindas, sehingga membuat manusia tidak bangkit untuk melawannya. Ia akan membuat manusia takut pada segalanya kecuali Allah Swt.

Jika semua hal ini membuatnya gagal, akan tetapi terdapat celah atau titik kelemahan dalam hati seorang manusia karena dosanya, maka ia akan mengeluarkan taktik terhebatnya, ia akan memanggil pasukan elitnya yang senantiasa mengabdikan diri pada iblis, memerintahkan mereka untuk memanipulasimu, menyakitimu, dan merusak reputasimu, mereka mendatangimu dari segala penjuru. Dengan makar seperti itu, ia bisa meruntuhkan daya juang dan daya tahanmu, ia bisa mencegahmu untuk melangkah maju kepada Allah Swt., pada jalan menuju Tuhan ini, jangan pikir manusia bisa menjegalnya.

Iblis akan menunjukkan hal yang belum pernah dilihat oleh siapapun, ia akan berbisik mengundangmu, siang dan malam, ia akan merasuki jiwamu melalui hal-hal yang Engkau cintai untuk membuat sisi gelapmu semakin hina, serakah, haus dunia. Ia akan penuhi pikiran anda dengan kejahatan dan kekhawatiran untuk merontokkan akal sehatmu.

Akan tetapi sebenarnya seluruh stretegi iblis sama sekali tak perlu ditakutkan dan dikhawatirkan karena pada dasarnya iblis dan bala tentaranya tak akan mampu menghinggapi dan menyakiti manusia sebanyak apapun bala tentaranya selama hati kita bertekad untuk selalu mengingat Allah Swt. dan meminta perlindungan-Nya. Justru dengan kita sama-sama mengetahui siasat-siasat iblis maka akan lebih was-was dalam bertindak dan semakin tergerak hati ini untuk berusaha menghindari hal-hal tercela dan membuat kita lebih giat untuk berdoa, memohon ampun, dan memohon perlindungan dari Sang Khaliq Allah Swt.

Allah berfirman :

ولا تهنوا ولا تحزنوا وأنتم الأعلون إن كنتم مؤمنين (ال عمران : ۱٣۹) 

“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu (manusia) yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman.” (Qs. Ali Imran: 139)

Iblis merupakan contoh makhluk Allah Swt. yang amat sombong. Hanya karena sombong, walaupun iblis sudah menjadi ‘abid selama ribuan tahun, reputasi dan nasibnya hancur lebur. Maka tidak heran manusia-manusia sombong seperti bangsa ‘Ad, Tsamud, Raja Namrud, Fir’aun, Pompei, dan lain sebagainya dibinasakan oleh Allah Swt dan dilaknat-Nya hanya karena mereka sombong dan angkuh terhadap kebenaran.

Baca juga: Hikmah Lahirnya Islam di Semenanjung Arab (Bag. 1)

Semoga kita semua selalu dalam karunia dan rahmat-Nya, tidak lagi mudah terhasut oleh rayuan iblis dan setan dari segala aktifitas dan ibadah.

Ikrarkan dalam hati anda masing-masing “Iblis dan setan adalah seburuk-buruknya musuh bagiku dan aku tidak akan terhasut oleh tipu dayanya atas rahmat dan perlindungan dari Allah Swt. Tuhan Seluruh Alam Semesta. ”

إن كيد الشيطان كان ضعيفًا ۝٧٦...

“Karena sesungguhnya tipu daya setan itu sangat lemah” (Qs. An-Nisa:76)

Wallahu a’lam.[]

Rujukan:
Al Quran Al Karim, Syamil Quran
Jalaluddin Al Mahally, Jalaluddin As-Suyuthy, Tafsir Jalalain
Al Imam Yusuf bin Ibrahim Al-Ardabily, Al-Anwar lil A’mal al-Abrar
Dr. Zakir Naik, Peace Tv
إبليس والشيطان في القرآن الكريم, www.alukah.net


*Penulis adalah mahasiswa Markaz Syekh Zayed, Kairo.




No comments:

Item Reviewed: Keangkuhan, Dendam dan Siasat Iblis dalam Menyesatkan Manusia Rating: 5 Reviewed By: kmamesir