Wednesday, February 7, 2018

Filosofi Sepak Bola (Menjelang Sumatera Cup) Bagian 2





Oleh: Muhammad Mutawalli T. 


Sebenarnya bagaimana filosofi sepakbola dalam kehidupan sehari-hari. Tulisan ini mencoba merangkum sedikit beberapa pelajaran hidup yang dapat diambil dalam permainan si kulit bundar tersebut.



Hakikat dalam sebuah permainan ada yang menang dan kalah, akan tetapi bukan berarti yang menang itu lebih kuat dan yang kalah itu lemah. Siapapun yang ikut masuk ke dalam lapangan dan ikut bermain harus menyadari hal itu. 

Akan tetapi, tanpa adanya ketentuan menang dan kalah, dan jika bola itu diberikan satu per satu pada setiap pemain dalam satu pertandingan, tentu tidak bisa dinamakan dengan permainan. 

Begitu pun dalam kehidupan, yang terpenting dalam kehidupan itu bukanlah hidup itu sendiri secara material, melainkan bagaimana kita bermain di dalamnya. Kalah dan menang adalah satu hal biasa dalam kehidupan, yang penting adalah hikmah yang dapat dipetik dari setiap kejadian tersebut. 

Lebih jauh lagi, filosofi hidup dalam permainan sepak bola yang dapat dipetik antara lain: 

1. Sepak bola dimainkan dalam tempo 90 menit, berarti setiap tim harus berusaha semaksimal mungkin dalam waktu tersebut untuk berusaha mencapai apa yang telah diinginkan yaitu kejayaan tim dalam pertandingan atau setidaknya menyarangkan gol ke dalam gawang lawan. 

Begitu juga dalam kehidupan, kita hidup dunia ini merupakan kesempatan yang Allah Swt. berikan untuk diisi dengan usaha-usaha untuk mencapai kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat sebelum diakhiri dengan kematian. Bukan hidup kekal yang Sang Pencipta berikan pada manusia untuk hidup di dunia. 

Batasan waktu ini harus dioptimalkan semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan, tentunya untuk mencapai kebahagiaan hakiki yaitu surga-Nya yang maha luas.

2. Kerjasama tim mutlak diperlukan untuk menciptakan gol, tapi tak jarang aksi-aksi individu juga penting dalam situasi dan kondisi tertentu. Begitu pula dalam hidup, sebagai makhluk homo-sosialism kita tidak mungkin bisa hidup sendiri, kita butuh bantuan dari orang lain, walau terkadang kita perlu mempertahankan eksistensi kreativitas kita sendiri.

3. Ketahanan fisik, skil, dan kemampuan yang mumpuni dan langkah-langkah cepat dalam menentukan keputusan mutlak harus dimiliki seorang pemain sepak bola. Ini mengajarkan kita untuk lebih mengasah kemampuan dan meningkatkan keahlian dalam bersaing dengan orang lain sehingga kita tetap berpeluang besar untuk mencapai tujuan. 

Selain itu dituntut untuk berpikir cepat dalam menentukan pilihan yang maksimal jika terjadi suatu masalah yang tidak dinginkan. Seperti yang diungkapkan oleh legenda Arsenal Fc, Dennis Bergkamp,

“Di balik setiap tendangan bola mestilah terdapat sebuah pikiran”. Dan juga pernah diungkap oleh Neymar da Silva Jr, salah seorang pesepakbola asal Brazil yang meraih nominasi 3 besar Ballon D’or tahun 2015 dan 2017; “Sepak bola mengajarkan saya untuk berpikir serta bertindak cepat dan tepat”

4. Pada permainan sepak bola ada kalanya pemain jatuh bangun tanpa kenal menyerah. Begitu pula hidup seseorang meski kadang terjatuh tapi harus kembali bangkit dan katakan tidak pada “menyerah”.

5. Sepak bola membutuhkan bakat, pembiasaan, keahlian, dan waktu yang tepat untuk mengekspresikannya. Bayangkan jika keahlian yang tak digunakan pada tempatnya maka yang dihasilkan hanya kebuntuan belaka. 

Begitu pula hidup kita tentunya perlu mengasah keahlian tertentu dan ditempatkan pada tempat yang sesuai. Tanpa keahlian, akibatnya hidup akan berada di bawah bayang-bayang orang lain.

6. Dalam sepak bola tentu ada suka duka susah gembiranya. Pada saat gol dan menang bisa kita lihat raut-raut wajah bahagia dan jika kebobolan oleh tim lawan dan kalah, maka tak terpungkiri, raut wajah sedih, frustasi menghantui jiwa dan pikiran. 

7. Sepak bola bagai sinetron dan sinema. Penuh dengan sandiwara, akting dan diving, tujuannya mengecoh penglihatan wasit hingga mengambil keputusan yang merugikan pihak lawan. Dalam hidup hal ini juga sering terjadi. Terkadang diperlukan akting agar keuntungan berpihak pada kita. Meski agak curang tapi tetaplah ini menjadi taktik dari sepak bola dan kehidupan yang kita jalani.

8. Dalam sepak bola kita kenal pula istilah umpan terobosan dengan bola yang bergulir cepat ke depan. Dalam hidup, juga dibutuhkan terobosan hidup dan solusi-solusi cekatan agar tujuan cepat tercapai.

9. Sportivitas “fair play” sangat berpengaruh dalam kelancaran pertandingan hingga akan banyak dampak positif yang bermanfaat dalam hubungan sosial seperti luasnya pergaulan antar golongan. Dalam hidup “fair life and rule” merupakan penentu baiknya hubungan sosial antar sesama dan dalam ikatan sosial.



Menjelang Sumatera Cup 2018, tentunya ini merupakan ajang olahraga sepak bola sekaligus silaturrahmi yang sangat mulia. Karena akan menjadi praktek saling rukun antarsuku dan berbagai daerah di seluruh pulau Sumatera, mulai dari Aceh sampai Lampung. 

Diharapkan pada ajang ini, filosofi-filosofi hidup yang tercerminkan dalam sepakbola dapat lebih diaplikasikan dengan baik demi mewujudkan ruang lingkup silaturrahmi antar mahasiswa Al-Azhar dari pulau Sumatera yang terus terpelihara. 

Diharapkan pula pertandingan tidak akan dinodai dengan emosional yang tak berarti, baik dalam satu tim itu sendiri maupun pada pihak tim lain. Junjung sportivitas dan kerjasama dengan strategi yang baik, karena sportivitas membutuhkan strategi.

Dalam dunia sepak bola sepuluh tahun terakhir, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo merupakan dua nama yang sama sekali tidak lagi asing di antara pecinta sepak bola, bahkan yang sebagian kalangan yang sama sekali tidak menggemari sepak bola juga tahu kedua nama tersebut.

Akan tetapi luar biasanya, alasan mereka berdua yang pernah dinobatkan menjadi pemain sepak bola terbak dunia bukanlah karena kemampuan individu yang dapat menyelesaikan permainan dengan meraih kemenangan dengan mudah, akan tetapi kedua pemain tersebut sama sekali tidak terlepas dari peran 10 pemain lain yang senantiasa membantunya dalam menyelesaikan permainan hingga meraih kemenangan dan berjaya kokoh di antara klub-klub sepak bola lainnya.

Alm. KH. Zainuddin MZ. Dalam tausiyahnya pernah menyampaikan, 

Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, pasti banyak dari saudara-saudara mengetahui nama ini, mereka dikenal karena meraih pernghargaan sebagai pemain sepak bola terbaik dunia. Akan tetapi bayangkan misalnya salah satu dari mereka bermain sendiri melawan kesebelasan lain, mungkinkah mereka meraih kemenangan hanya dengan bermain sendiri melawan kesebelasan itu? Tentu tidak mungkin! Maka dari itu diperlukan pula 10 pemain lain untuk mengimbanginya dan membutuhkan bantuan permainan dari rekan 10 pemain lagi. Begitu juga dalam hidup, hubungan sosial dan persatuan sangatlah dibutuhkan dalam berkehidupan. Saling bahu-membahu, tolong-menolong merupakan aspek dalam kehidupan yang amat berpengaruh dalam kelangsungan hidup dalam mencapai kesuksesan dunia maupun akhirat.”

It’s not just Football, It’s Sumatera Cup 2018 !!!

Baca juga : Filosofi Sepak Bola (Menjelang Sumatera Cup) Bagian 1

Referensi:
 Al Quran Al-Karim
 T. Wicaksono, Gheeto, GOL! Memahami Kesuksesan dari Kacamata Sepakbola
 www.kompasiana.com ,Makna Sepak Bola dalam Kehidupan
 www.sport .detik.com , Hidup itu Laksana Bermain Bola 
 www.tugufootball.wordpress.com ,Sepak Bola dan Falsafah Hidup

No comments:

Item Reviewed: Filosofi Sepak Bola (Menjelang Sumatera Cup) Bagian 2 Rating: 5 Reviewed By: kampoeng iqra