Menjawab Kebimbangan, KMA Adakan Seminar Pembekalan Jurusan



(Sumber : Dokumen KMA)
Kmamesir.org (21/8). Devisi Pendidikan Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir adakan Pembekalan Pemilihan Jurusan Mahasiswa tingkat tiga fakultas ushuluddin. Guna menjawab segala bentuk keraguan serta menguatkan keyakinan dan tekad dalam menentukan pilihan jurusan nantinya. Pada kamis (18/8) di Meuligoe KMA.

Diisikan oleh tiga sosok yang sangat luar biasa dan pakar dibidangnya, para hadirin dibuat takjub dengan keluasan pembelajaran dari pemaparan jurusan-jurusan yang akan mereka pilih nantinya, serta menjawab segala bentuk kebimbangan yang ada. Jurusan Tafsir diwakilkan oleh abangda Tgk. Novian Nuzulul Faza, Lc. Jurusan Akidah oleh Tgk Zaid Ibadurrahman, Lc. Sedangkan Jurusan Hadist oleh Tgk. Hafidz Akbar, Lc.

Acara dimulai dengan sambutan ketua panitia, Tgk Charil Munanda. Sosok yang juga merupakan koordinator Ushuluddin semenjak tingkat satu ini mengapresiasi kinerja seluruh panitia yang berada dibawah komandonya. Disusul sambutan ketua devisi Pendidikan, Tgk. Muhammad Farhan Sufyan. Hingga sambutan Ketua KMA yang kali ini diwakilkan oleh Tgk. Muhammad Shidqi, beliau menekankan bahwa pemilihan jurusan tingkat tiga Fakultas Ushuluddin merupakan hal yang harus diperhatikan dengan baik, karena ini menyangkut perjalanan pendidikan kita setelahnya, juga agar tidak terjadi lagi kasus salah pilih jurusan sebagaimana yang terjadi di masa-masa sebelumnya.

Setelah selesainya sambutan, MC mempersilahkan moderator untuk menempati tempat yang telah disediakan dan mengambil alih acara serta memandu pembekalan.

Pemaparan pertama disampaikan oleh abangda Tgk. Novian Nuzulul Faza, Lc. Peraih predikat Mumtaz S1 Fakultas Ushuluddin tahun lalu dan ketua senat Fakultas Ushuluddin 2019- 2020 menjelaskan segala hal yang terkait dengan Jurusan Tafsir dengan sangat baik, mulai dari apa saja yang dipelajari hingga peran Ulama Tafsir di masa lampau dan sekarang.

"Semua jurusan ada kelebihan masing-masing, kita tidak boleh memungkiri hal tersebut. Namun sebagian besar ulama sepakat bahwa menghafal Qur'an adalah tangga awal dalam menuntut ilmu. Ketika belajar tafsir, berarti kita harus mempelajari seluruh fan ilmu, karena menafsirkan Al-Quran tak akan cukup dengan penguasaan beberapa ilmu saja.

Jika kita perhatikan lebih lanjut, kebanyakan para ulama menulis karangan tafsir di akhir hayat mereka, ketika ilmu mereka telah matang dan sempurna." Ujar pemuda kelahiran Aceh Utara tersebut.

Tgk. Zaid Ibadurrahman, Lc. Sebagai pemateri kedua tak kalah hebat dalam menyampaikan pemaparan melalui slide show yang telah disiapkan, pria yang dikenal memiliki selera humor rendah alias receh ini mampu membuat seluruh peserta terkagum-kagum. Melalui racikan unsur 5W 1H, sosok pimred El-Asyi ini menjelaskan banyak hal seputar Jurusan Akidah dan Filsafat, termasuk di dalamnya alasan kenapa kita harus memilih Jurusan tersebut, serta berbagai statement yang membuat Jurusan ini terkesan sulit dan kurang populer di kalangan akhwat.

"Ilmu akidah bagaikan pondasi, oleh karena itu pondasi kita harus kuat agar apa yang dibangun diatasnya tsabit." Ujar sosok ketua BTA yang baru saja dilantik beberapa pekan lalu. Beliau juga menjelaskan "3 reason why you should to choose Akidah and Filsafah"

1. Ilmu Aqliyyah masih langka di Aceh

2. Filsafat yang diketahui masyarakat awam sering bercorak barat

3. Mempelajari akidah yang benar akan menanamkan ideologi dan prinsip yang kuat.

Giliran Pemaparan terakhir oleh abangda Tgk. Muhammad Alhafidh Akbar, Lc. Figur Mudir Rumoh Beut ikhwan ini memaparkan seputar Jurusan Hadist. Dengan semangat dan pembawaan yang unik, beliau mampu mempertahankan dan bahkan meningkatkan semangat peserta yang seharusnya sudah lelah mendengar dua pemaparan sebelumnya.

"Sebagai seorang azhari, kita tak boleh menargetkan belajar demi menghasilkan uang, akan tetapi belajarlah untuk mengkhidmah agama dan mengkhidmah Rasulullah Saw. Adapun perjalanan memahami Rasulullah dan mengkhidmahnya tak cukup hanya dengan satu hari, tapi perlu waktu yang panjang.

Kalau kita bimbang dalam memilih, istikharah lah. agar Allah tunjukkan apa yang terbaik bagi kita, juga agar Allah tunjukkan jurusan yang membuat kita lebih cinta kepada Rasulullah Saw." Jelas sosok Ketua Pendidikan periode 2018-2019.

Setelah seluruh pemaparan selesai, tibalah sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan dilontarkan, namun seluruhnya mampu dijawab dan dijelaskan oleh pemateri dengan cukup baik.

Acara diakhiri dengan closing statement dari ketiga pemateri.

"Ketika kita memilih untuk belajar di Azhar, kita sudah menandatangani kontak harus siap belajar semua ilmu yang ada, namun tetap harus ada bidang yang lebih kita prioritas dan tekuni sesuai dengan kebutuhan dan ketertarikan masing-masing." Ujar Tgk. Zaid menutup sesi penyampaian materi. []

Reporter : Muhammad Yusran 
Editor : Muhammad Farhan Sufyan 

Posting Komentar

Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir
To Top