Warga KMA Rayakan Cinta Nabi Bersama Syekh Abdul Aziz Asy-Syahawi

Oleh: Ananda Putri Rahmi*

Dok. KMA


Kmamesir.org (28/10/2022) – Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir mengadakan peringatan hari lahinya Rasulullah Saw. atau yang disebut acara Maulid Nabi Muhammad Saw. Biasanya, acara seperti ini sudah sangat masyhur dan sangat meriah di Nanggroe Aceh sendiri saat tiba bulan Rabi’ul Awal. Kendati pun  dalam rantau, kecintaan terhadap baginda Rasulullah tak menghalangi para mahasiswa Aceh di Mesir untuk menyambut hari kelahiran Rasulullah dengan acara maulid yang tak  kalah meriahnya sebagaimana perayaan di Aceh.  

Lahirnya baginda Rasulullah layaknya mentari yang menyinari relung-relung kegelapan, kehadiran sosoknya telah berhasil menerangi dunia ini dengan cahaya keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Beliau telah berhasil mengubah manusia menjadi sosok makhluk yang menjunjung tinggi moral serta akhlak. Lantas atas apa salahnya jika kita berbahagia di hari lahirnya Baginda Rasulullah? Ya, tentunya cara orang merayakan kebahagian dan kecintaannya berbeda-beda. Begitu pun acara maulid yang diadakan oleh warga KMA Mesir ini, merupakan salah satu bentuk kebahagian dan kecintaan mereka pada Nabi Muhammad Saw.  

Acara tersebut dimulai dengan bacaan dalail khairat oleh kelompok Dalail Khairat KMA. Sajak sanjungan dan madah pada sayyidul anbiya membangun rasa hangat di meuligoe KMA. Kemudian, dilanjutkan dengan Haflah tilawah. Pembukaan acara inti dimulai setelah salat ashar, diawali dengan kata-kata sambutan dari ketua panitia dan ketua  KMA, Tgk. Budy Triono. Setelahnya, dilanjutkan dengan acara Launching buku-buku karya Sekolah Menulis (SM) KMA yang berjumlah 19 buku. Seluruh karya tersebut berrhasil selesai ditulis dan diterbitkan di bawah bimbingan Muhammad Hudzaifah, selaku Kepala Sekolah Menulis KMA tahun 2022.

Selain itu, pada acara maulid ini, terdapat juga agenda dari Departemen  Pendidikan yaitu penghargaan untuk para muqriin serta takrim mutafawwiqin dan mutakharrijin. Alhamdulillah, suatu hal yang patut disyukuri, tahun ini terdapat  tujuh orang mahasiswa KMA berhasil memperoleh predikat Mumtaz di jenjang strata satu. Hal ini disambut baik oleh pihak Badan Takaful Aceh (BTA) dengan memberikan apresiasi berupa hadiah uang tunai kepada mereka yang meraih Mumtaz.

Setelah magrib, agenda dilanjutkan dengan ceramah Maulid yang dibawakan oleh Tgk. Abdurrahman. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa salah satu dari sifat Nabi Saw. adalah Katsratul basyasyah atau murah senyum. Nabi Saw. selalu bersikap ramah dan memberikan senyuman ketika berjumpa dengan orang lain. 

Tak lupa pula kata-kata nasihat dan petuah oleh senior KMA. Di antaranya, mereka menyampaikan agar semua warga KMA selain dituntut dalam hal belajar, harus memperhatikan prioritas utamanya adalah kesehatan dan juga akhlak yang harus dijaga di mana pun warga aceh berada. Apalagi sudah selayaknya seorang pelajar azhari memiliki akhlak yang baik selain ilmu yang didapatkan di bumi kinanah tersebut.

Suatu hal yang sangat spesial pada acara Maulid kali ini, yaitu hadirnya syekh Abdul Aziz bin Ahmad bin Rizq Asy-Syahawi Al-Husaini. Kehadiran beliau membuat para hadirin sangat antusias hadir ke acara peringatan Maulid tersebut, ditambah lagi adanya ijazah ‘ammah langsung dari syekh pada pembacaan kitab Maulid Syahawi, yang merupakan kitab karangan beliau sendiri berkenaan tentang lahirnya baginda Rasulullah Saw.

Tak hanya itu saja, beliau juga memberikan tausiah dan nasihat-nasihat yang sangat bermakna tentang lahirnya Nabi Saw. Di samping itu, syekh juga memberikan kesempatan tanya jawab kepada hadirin sekalian. Di antaranya mereka bertanya tentang kiat-kiat bagaimana agar rasa cinta itu dapat tumbuh dalam belajar. Maka, beliau menjawab salah satunya dengan melakukan sesuatu karena Allah semata, tentunya dalam hal berbuat taat membutuhkan usaha dan kesungguhan yang keras. Oleh sebab itu, bagi seorang penuntut ilmu agar bersungguh-sungguh dan berlelah-lelah dalam meraih ilmu. Karena semua hal yang dilakukan karena Allah tentunya akan berbuah manis dan menjadikan rasa cinta dan ikhlas itu tumbuh dengan sendirinya.

Acara berakhir dengan makan bersama yang dinamakan bue moelod, terdiri dari  bu kulah dan sie kuah beulangong. Ini sudah merupakan adat istiadat orang aceh, biasanya jikalau bulan Maulid telah tiba, tentu akan ada penutupan dengan bue moelod. Para hadirin pun pulang  dengan penuh bahagia dan wajah yang sumringah karena kali ini warga KMA mesir dapat menyelenggarakan Maulid Nabi Saw. dengan lancar dan penuh khidmat, juga ditutup dengan salat isya berjamaah.[]

*Penulis adalah mahasiswi Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.



Editor: Ali Akbar Alfata

 

 

Posting Komentar

Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir
To Top