Tak disangka, awal bulan dompet kering! Kok bisa?

Oleh : Chairil Munanda Kaloko*

(Sumber : Google.com)

Event ma'ridh telah selesai dilaksanakan. Ma'ridh atau Ma'radh merupakan dua kata yang sering terdengar dan digunakan sepekan yang lalu. Pameran buku Internasional itu berada di Kairo, yang berasal dari nama pergelaran "Ma'ridhul Qahirah Ad-Dawli lil Kitab". Nah, sudah tak asing bagi mereka yang sudah lama tinggal di Mesir, khususnya di provinsi Kairo. Bagaimana tidak, ajang pameran buku ini sudah dilaksanakan sebanyak 54 kali yang diadakan setiap tahunnya di akhir bulan Januari. Bahkan, pada tahun 2006 pameran buku internasional Kairo ini dinobatkan sebagai ajang terbesar kedua di dunia setelah pameran buku di Frankfurt, Jerman, fantastis bukan?

Acara ini pun sangat ditunggu-tunggu setiap tahunnya oleh masyarakat Mesir, mahasiswa asing apalagi mahasiswa Indonesia khususnya. Kenapa? Ya, tentu saja banyak toko buku dari Mesir, negara-negara Arab bahkan negara Barat berkumpul di satu tempat ini. Beraneka ragam buku yang kita temui di  sini, seperti buku-buku sejarah, politik, umum, keagamaan dan sebagainya.

Ma'ridh ini memiliki tempat yang sangat luas, beberapa hall serta halaman yang besar, juga panggung penampilan yang didirikan di depan hall tersebut. Untuk memasuki tempat ini, perlu membayar tiket masuk. Harga tiket masuk pameran buku internasional Kairo sangat murah, perorangnya hanya perlu membayar 5 Pound Mesir atau sekitar 2500 Rupiah bila dikonversi. Mendapatkan tiket bisa dibayar secara online ataupun offline dengan membeli di loketnya langsung, yah hanya saja, untuk membayar di loket kita perlu mengantri panjang karena ramainya pengunjung setiap harinya, belum lagi kita juga harus mengantri masuk dan juga melalui pemeriksaan oleh penjaga.

Dari harga tiketnya yang murah saja, bagaimana tak mungkin pengunjung membludak untuk mencari buku-buku yang menarik, apalagi bila ada buku diskon. Dalam pameran buku ini, ada hall yang bisa dikunjungi. Sebelum memasuki gedung atau memulai berburu kitab, kita bisa menikmati penampilan-penampilan unik yang jarang ditemui diluar sana.

Mengunjungi hall 1 banyak penerbit-penerbit buku yang berada dibawah pemerintahan Mesir, harganya pun relatif murah dan banyak diskon. Tak perlu bingung, bila ada masyarakat Mesir atau mahasiswa asing membawa koper besar memburu buku-buku murah ini. Saking menarik dan murahnya, dengan membawa uang 1000 pound bisa saja ludes di hari itu juga. Maka berhati-hatilah bila membawa banyak uang dan jagalah mata saat melihatnya.

Lanjut di hall 2, disini juga banyak penerbit buku yang berada dibawah pemerintah dan penerbit asing seperti Maroko, Sudan, Kuwait dan sejumlah negara Afrika serta Eropa. Nah, di sini lah banyak terdapat buku-buku yang tak mudah di jumpai di Mesir. Tak heran, baik itu buku yang murah atau mahal, tetap akan banyak diborong karena kelangkaan buku tersebut.

Di hall 3 dan hall 4 barulah banyak penerbit-penerbit asing dalam bidang studi islam yang menjadi buruan para mahasiswa asing yang belajar di Mesir. Pastinya banyak para mahasiswa ini, sudah menyiapkan tabungannya mulai dari selesai ma'ridh tahun sebelumnya bahkan sudah membuat list kitab yang akan dibeli. Mengunjungi ma'ridh satu kali rasanya pasti kurang karena tak sanggup memborong dan membawa pulang kitab dengan banyak koper. Maka tak heran bila banyak ditemui wajah-wajah orang yang sama di hall 3 dan 4.

Ada hal menarik di hall 4 ini, taukah kalian? Di sinilah stand Azhar berada, Dar Ifta', Majelis Hukama' dan sejenisnya. Ada yang mengatakan, "Kalau belum sempat mengunjungi stand Azhar, belum sah kehadirannya di ma'ridh". Di stand Azhar ini pun, terdapat banyak buku yang relatif murah dan pastinya sangat berkualitas untuk dibaca. Di hall ini juga banyak seminar-seminar yang bisa dihadiri oleh siapa saja, di samping memburu kitab, kita juga mendapat hal bermanfaat dari seminar yang ada.

Nah, begitulah hall 3 dan 4 yang begitu menarik perhatian para mahasiswa asing khususnya Indonesia yang selalu tak pernah absen kehadiran mereka selama event tersebut. Maka sekali lagi berhati-hatilah untuk tidak membawa banyak uang pada ma'ridh ini, karena bisa saja tergoda dengan buku-buku diskon atau beli satu gratis satu atau beli kitab berjilid-jilid yang harganya lebih murah daripada harga pasaran di Mesir.

Untuk hall 5 kita tak perlu mengunjunginya terkhususnya para jomblo yang tak berkeluarga, karena di hall ini hanya ada penerbit buku untuk anak-anak serta tempat bermain bagi mereka.

Bagi para mahasiswa pastinya akan menunggu event ma'ridh ini di tahun selanjutnya, jangan lupa untuk rajin menabung agar bisa mengeringkan dompet pada event tahun depan dan bisa memborong banyak kitab-kitab idaman yang di nanti-nanti dengan harga yang murah atau langka.[]

* Penulis merupakan mahasiswa dari Universitas Al-Azhar, jurusan Hadits. 


Editor : Muhammad Farhan Sufyan

Posting Komentar

Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir
To Top