Meningkatkan Kepekaan Masisir Dalam Mengatur Pola Hidup Sehat

Oleh : Salsabila Ulfah*
(Sumber : www.google.com)

Kesehatan adalah kondisi fisik, mental dan sosial yang dimiliki oleh setiap individu. Merupakan suatu yang hangat untuk dibicarakan, sebab hal ini sangatlah berpengaruh dalam keseharian kita.Terkait pentingnya menjaga kesehatan tubuh, sudah sepatutnya kita mencegah diri dari hal-hal negatif yang akan berdampak buruk terhadap diri kita.

Belakangan ini suhu di Kairo sangat membakar, cuaca terik di siang hari dapat membuat tubuh menjadi lebih cepat lelah sehingga menghambat aktivitas sehari-hari. Seiring dengan padatnya aktivitas yang dijalankan oleh para mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) dimulai dari menghadiri kajian yang diadakan bersama para masyaikh, mengikuti program tahfidz, bergabung dalam bidang organisasi dan segala kegiatan lainnya, itu semua seperti makanan keseharian kita yang mustahil untuk ditinggalkan, terkait dengan berbagai kesibukan seringkali kita mengabaikan masalah kesehatan.

Sangat sedikit kita temukan para masisir yang benar-benar menjaga pola hidup sehat secara teratur. Efek rendahnya kepedulian masisir dalam mengatur pola hidup, tidak jarang mengakibatkan munculnya diskriminasi terhadap gangguan kesehatan sehingga perlunya pengobatan rawat inap untuk siap menangani.

Faktor gaya hidup yang tidak sehat bisa meningkatkan risiko terkena beragam penyakit, salah satu sebabnya ialah terbiasa mengonsumsi junk food. Junk food merupakan makanan tidak sehat yang tinggi kalori dari gula, dengan sedikit vitamin, protein, dan nilai gizi penting lainnya. Dampak dari seringnya mengonsumsi makanan yang tidak sehat bisa terjadi penuaan dini, penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung dan kanker. Tak heran jika penyakit jantung menyerang orang saat usia muda yang sebenarnya dapat dicegah.

Cara menjaga kesehatan tubuh sebetulnya bisa dilakukan dengan mudah, kita dapat memulainya dari hal-hal yang kecil. Selain menghindari dari makanan yang tidak sehat, kita harus meningkatkan imun dengan cara mengatur pola makan yang sesuai dengan waktunya, mengatur pola makan yang baik adalah mengetahui kapan dan seberapa besar porsi yang kita makan.

Sarapan merupakan waktu makan yang paling penting bagi tubuh, karena dapat mempercepat proses metabolisme. Dengan sarapan, kita tidak akan terlalu lapar pada siang hari, sehingga keinginan untuk mengonsumsi makanan berlebihan pada saat makan siang dapat terhindarkan dan segala bentuk aktivitas akan tetap terjalankan.

Memperbanyak minum air putih juga harus diperhatikan, minimal 2 liter yakni dengan minum air putih 8 gelas perhari agar tetap menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Salah satu masalah yang kerap timbul di tengah cuaca panas adalah dehidrasi, yang membuat kondisi tubuh kekurangan cairan. Mengonsumsi suplemen buah dan sayur, juga vitamin jika dibutuhkan.

Biasakan juga untuk tidak begadang, dengan kurangnya tidur dapat mengganggu konsentrasi dan kinerja kita. Istirahat yang cukup akan membantu kita dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh. Namun juga tidak berlebihan dalam tidur, itu akan berdampak tidak baik dalam tubuh kita. Jadilah mahasiswa yang tetap produktif dan peduli terhadap kesehatan.

Mengapa mahasiswa sekarang lebih suka mengonsumsi junk food daripada menikmati santapan masakan rumah sendiri?

Menurut survei yang dilakukan Qraved kepada 13.890 koresponden, sebanyak 92 persen orang sadar bahwa junk food tidak memiliki nilai gizi dan manfaat bagi tubuh mereka, namun mereka terus mengonsumsi makanan tersebut karena beberapa hal. Salah satu sebabnya junk food adalah makanan siap saji yang bisa langsung disantap ketika perut mulai terasa lapar.

Hal tersebut yang membuat para mahasiswa lebih memilih untuk mengonsumsi makanan yang praktis dan mengeyangkan, ketimbang ia harus menyempatkan diri untuk memasak di sela-sela padatnya aktivitas harian.

Padahal mengonsumsi masakan rumahan lebih terjamin dibandingkan dengan makanan siap saji, karena diolah dengan bahan yang sehat serta dimasak dengan cara yang sehat. Namun, sangat disayangkan jika kita hanya menyibukkan diri untuk mengejar prioritas sehingga lupa untuk menjaga kesehatan tubuh, karena akal yang sehat itu terdapat pada jiwa yang sehat pula. Ketika kesehatan mulai terganggu, ya pastinya segala kegiatan kita juga akan tertunda untuk dijalankan.

Selain menjaga kesehatan fisik, kesehatan mental juga perlu diperhatikan oleh para pelajar karena hal ini juga sangat mempengaruhi faktor dalam keseharian kita. Kesehatan mental adalah dasar bagi kemampuan kolektif dan individu kita sebagai manusia untuk berpikir, beremosi, berinteraksi satu sama lain. Atas dasar ini, perlindungan dan pemulihan kesehatan mental dapat dianggap sebagai perhatian vital individu, komunitas, dan masyarakat di seluruh dunia. Ciri-ciri baiknya kesehatan mental bisa dilihat hidupnya tidak diliputi dengan emosi, dapat memenuhi tuntutan hidup dan menangani masalah ketika muncul, mampu membuat keputusan sendiri, membentuk lingkungan sendiri bila memungkinkan, atau bisa menyesuaikan dengan keadaan.

Dengan terjaga kesehatan mental suasana hati juga tetap positif sehingga kualitas hidup secara keseluruhan menjadi lebih baik, jika mental mulai terganggu pasti akan berdampak buruk dalam tubuh kita. Penyakit Skizofrenia merupakan penyakit mental kronis yang menyebabkan gangguan proses berpikir, penyakit ini juga menyebabkan pengidapnya tidak memiliki kemampuan untuk berpikir dan memahami masalah tertentu. Biasanya orang yang terkena penyakit ini karena gaya hidup yang tidak sehat yaitu tidak menjaga fisik dan mentalnya, sehingga menimbulkan kecemasan yang berlebihan dan susah untuk ditangani dengan baik.

Dari paparan di atas, pentingnya bagi kita untuk tetap memerhatikan kesehatan fisik dan mental yang sangat besar berpengaruh dalam aktivitas kita. Lantas, bagi para pelajar mahasiswa Indonesia di Mesir tidak hanya menyibukkan diri dengan mengisi berbagai kegiatan, namun juga mampu meningkatkan kepekaan terhadap kesehatan dengan cara mengatur pola hidup yang baik.

Sangat tidak diinginkan jika tubuh mulai terserang penyakit akibat terlalu cenderung dalam mengisi kegiatan dan minimnya perhatian terhadap kesehatan. Padahal apalah gunanya prestasi yang luar biasa kalau kita sedang diuji dengan sebuah penyakit yang bahkan untuk bangun dari tempat tidur pun tidak sanggup?

Itulah sebab pentingnya bagi para mahasiswa untuk memprioritaskan kesehatan. Karena jika kesehatan mulai memprovokasi dalam tubuh kita, segala bentuk aktivitas tidak akan berjalan secara optimal. Sejatinya mahasiswa yang tangguh ialah mampu menyeimbangkan segala aktivitas yang disertai dengan menjaga kesehatan fisik dan mental.

Mulai dari sekarang kita wujudkan mahasiswa yang aktif dengan tidak mengabaikan akan pentingnya menjaga kesehatan, dalam membentuk kehidupan yang memiliki interaksi antara manusia satu dengan yang lainnya, alangkah baiknya kita saling mengingatkan, memiliki rasa empeti untuk meningkatkan kepekaan dalam menjaga pola hidup yang sehat, sehingga berbagai aktivitas kita tetap berkesinambungan.

Sekian, semoga bermanfaat.

*Penulis merupakan mahasiswa pascasarjana universitas al-Azhar, Mesir. 

Editor : Muhammad Farhan Sufyan

Posting Komentar

Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir
To Top