Boikot Produk Israel dan Nasib Pekerja Perintis Karir

Oleh: Azmi Putra Gayo*
(Sumber: Republikaonline)

Akhir-akhir ini diramaikan dengan isu produk Israel atau produk Amerika yang diboikot dikarenakan mendukung Israel dalam pembantaian terhadap Palestina. Semakin banyak dukungan terhadap Israel, semakin hebat senjata mereka untuk menghancurkan Palestina dan mengusir penduduk aslinya. Hingga saat ini, mencapai 11.240 jiwa yang telah syahid termasuk diantara 4.630 anak-anak.

Rumah sakit dan camp-camp pengungsian diserang, bahkan wartawan yang tak bersalah juga tidak luput dari serangan Israel. Namun, sekarang semua produk Israel diboikot, saham-sahamnya di seluruh dunia turun drastis dan bangkrut. Banyak perusahaan harus memutar otak memikirkan cara marketing terbaiknya dengan memberikan diskon 90 persen untuk setiap produk yang ingin mereka jual. 

Produk yang mendukung Israel adalah sebagai berikut:

· Merek-merek perawatan pribadi: AxE, Clear, Closeup, Dove, Lifeboy, Pepsodent, Rexone.
· Produk sehari hari: Buavita, Lipton, Sariwangi, Sunligtht, sunsilk, Wipol
· Restoran cepat saji: Burger King, KFC, McDonal’s
· Produk makanan dan minuman: Nescafe, Milo, Nestle, Gold, Corn Flakes,
· Minuman ringan: Coca Cola, Sprite, Fanta, Minute Maid,
· Produk makanan ringan dan cokelat: KitKat, Cadbury, Pringles, Oreo, Dunkin.
· Merek kosmetik: L’real
· Produk bumbu dan makanan instan: Magi dan royko
· Merek es krim: Walls
· Merek popok bayi: Pampers

Israel mengalami kebangkrutan ekonomi setelah mereka menggunakan APBN untuk berperang besar-besaran. Sebelumya, perlu diketahui bahwa politik dan ekonomi Israel dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Netanyahu dianggap gagal, terlihat ketika sering di demo oleh masyarakatnya sendiri. Bahkan ia  mengalihkan perhatian warga israel terhadap isu tersebut dengan cara berperang. Bagaimanapun caranya, masyarakat Israel tidak akan bisa menggulingkan Benjamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri mereka karena dalam keadaan sedang berperang.

Terus bagaimana nasib pekerja muslim yang mengais rezeki dengan bekerja di perusahaan-perusahaan yang mendukung Israel tersebut?

Secara logika, membeli produk Israel secara tidak langsung sudah mendukung untuk mengirimkan bom-bom dan membunuh ribuan nyawa. Secara otomatis efek samping bagi orang kerja di Mc Donald yang tidak bersalah menjadi korban Pengakhiran Hubungan Kerja (PHK).

Jika dibandingkan, jumlah pekerja di perusahaan itu tidak seberapa dengan 4.500 jiwa anak dan perempuan yang tidak bersalah dan meninggal, sedangkan mereka masih bisa mencari pekerjaan di tempat yang damai.


Rasanya terlalu naif untuk bangsa Indonesia mendukung Israel. Apakah mereka lupa jasa Mufti Palestina memperjuangkan kemerdekaan Indonesia? Mufti palestina pada saat itu adalah Syekh Sayyid Muhammad Amin Al-Husaini dan saudagar Palestina Muhammad Ali Taher yang memperjuangkan Indonesia di Liga Arab untuk mendukung secara penuh kemerdekaan Indonesia sehingga tidak dijajah lagi dan hidup dengan damai.

Perlu adanya edukasi kepada setiap muslim tentang perusaahaan yang menyaingi perusahaan besar negara barat. Sehingga, ketika kita ingin membaikot proyek mereka, produk-produk lokal pun tak kalah kualitasnya dengan produk mereka.

Gebrakan Gen Z sangat dibutuhkan dalam membangun negara. Pemimpin daerah juga harus turun tangan dan tidak menggangap anggaran pendidikan sebagai beban, tapi jadikan pendidikan itu sebagai investasi masa depan di setiap daerah.

India membangun generasi IT bukan tanpa rencana, akan tetapi sudah direncanakan bertahun-tahun mencapai target yang mereka inginkan. Karena India melihat jika IT dikuasiai serasa menguasai dunia, sampai saat ini negara yang dikenal oleh orang-orang Indonesia vrindavan ini meraih prestasi. Asronot India, walaupun sedang dilanda konflik, tapi mereka berhasil meluncurkan pesawat angkasa yang sampai luar angkasa.

Konon katanya, walaupun hubungan diplomasi Indonesia dengan Israel terputus, tapi diam-diam masih mesra dalam urusan bisnis ekspor produk Indonesia. Berita tersebut penulis ambil dari narasi tv ketika viralnya seorang gubernur menolak Israel dalam ajang piala dunia.

Syekh Yusry Elgabr ketika ditanya pendapat beliau tentang boikot yang memotong penghidupan para pekerja. “Boikot itu tidak memotong kehidupan siapapun, karena yang memberi rezeki Allah. Jangan membeli barang-barang produksi Yahudi, itu adalah usaha sedikit yang bisa kamu lakukan dan itu semestinya dari dulu sudah kita lakukan. Perusahaan itu menggunakan keuntungannya untuk membeli senjata untuk memerangimu.”[]

*Penulis merupakan mahasiswa Universitas Al-Azhar, Kairo, jurusan Akidah dan Filsafat, Fakultas Ushuluddin

Editor: Muhammad Arief Munandar

Posting Komentar

Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir
To Top