Iskandar Muda Berhasil Ditahan Imbang Oleh Sriwijaya F.C Dengan Hasil 3 : 3

Oleh: Fatihurrizqi Al-Amri*
(Sumber: Dok. Panitia)
Perhelatan ajang Sumatera Cup XXI hari kedua berlangsung di nadi Wafa el Amal pada tanggal 12 April 2026, Tim yang mewakili kekeluargaan KMA bertemu dengan tim yang mewakili kekeluargaan KEMASS, Iskandar Muda vs Sriwijaya F.C, yang merupakan laga kedua bagi Iskandar Muda dan laga perdana bagi Sriwijaya F.C dalam ajang Sumatera Cup tahun ini.

Sentuhan pertama dilakukan oleh tuan rumah Iskandar Muda setelah peluit dari wasit, bola mengalir dengan pasti menandakan mulainya pertandingan antara Iskandar Muda melawan Sriwijaya F.C . Tim tandang mulai menekan ke baris pertahanan sejak peluit ditiupkan, tetapi tuan rumah tidak goyah dengan langsung mengirimkan bola ke arah sayap kanan yang diisi oleh Alghi, tidak menunggu lama Alghi langsung mengejar dan menggiring bola ke sisi luar kotak penalti lawan dan melesatkan tendangan tajam mengarah ke mistar atas yang memantul ke dalam garis dari gawang lawan.

Baru tujuh menit berjalan dan Iskandar Muda sudah memimpin pertandingan, 1 – 0.

Setelah para pemain kembali ke posisi, permainan kembali dilanjutkan. Pemain dari Sriwijaya tidak hanya menerima apa yang terjadi di menit awal, tetapi mereka juga memberikan respon balik yang signifikan. Tidak lama setelah peluit ditiup untuk memulai kembali pertandingan, Sriwijaya kembali menggempur pasukan tuan rumah yang masih belum kembali fokus dari euforia keunggulan di menit awal. Ketika barisan pertahanan dari Iskandar Muda lengah, mereka memanfaatkan celah yang tercipta dari jarak yang sangat lebar antara baris terakhir pertahanan dengan kiper. Jarak yang sangat lebar ini dimanfaatkan oleh Akhbar yang merupakan stiker dari tim Sriwijaya dengan menggiring bola melewati kiper dan melakukan finishing yang efektif

Masih di menit ke-8 dan skor kembali imbang, 1 – 1.

Permainan kembali dilanjutkan dengan bangkitnya kembali semangat dari tim tandang dan juga dibalas dengan mentalitas yang baik oleh tim tuan rumah. Babak pertama berjalan sangat baik bagi tim tuan rumah karena tidak berselang lama setelah kebobolan. Pada menit ke-15, para gelandang Iskandar Muda tiba-tiba menjelma seperti duet Xavi dan Iniesta dengan mempersembahkan umpan-umpan pendek yang berujung dengan umpan terobosan melewati garis pertahanan lawan membuat kiper terpaksa melakukan tindakan antisipasi mengejar bola yang ternyata masih kalah cepat dengan kecepatan yang disajikan oleh winger veteran yang sedang dalam masa prime Iskandar Muda, Adit dengan penyelesaian klinis yang membuat bola berjalan pelan ke sudut kanan bawah mistar gawang yang tidak berpenghuni.

Tepat sebelum jeda water break, skor berubah menjadi 2 – 1.
(Dok. Panitia)
Keunggulan kembali jatuh ke tangan tim tuan rumah. Permainan kembali disajikan dengan sengit oleh kedua tim yang sama-sama berjuang mencari kemenangan. Bola terus berjalan menyusuri setiap sudut lapangan perlahan beriringan dengan berjalannya waktu pertandingan, mencari kembali siapa yang akan menyasarkan kembali bola ke gawang lawan. Dan ternyata tepat beberapa menit sebelum berakhirnya babak pertama Iskandar Muda kembali menyasarkan bola ke dalam jaring lawan. Gol ke-3 ini dihasilkan dari tendangan bebas yang diumpan dengan indah hingga sampai tepat di kepala sang kapten Iskandar Muda, menghasilkan gol ke-2 bagi sang kapten dan gol ke-3 untuk Iskandar Muda.

Babak pertama selesai dengan keunggulan bagi Iskandar Muda, 3 – 1.

Waktu turun minum selesai, babak kedua dimulai. Tim tuan rumah memulai babak kedua dengan keyakinan akan keunggulan mereka dapat membawa kemenangan di akhir waktu. Sedangkan tim tandang kembali turun kelapangan dengan semangat dan mental baru agar dapat membalas ketertinggalan.


Babak kedua berjalan alot bagi kedua tim, rasa lelah mulai menghampiri beberapa pemain dibawah tekanan suhu 29°C yang membakar kulit membuat tempo permainan sedikit menurun. Serangan terus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan bagi tim Sriwijaya F.C.

Dengan tekanan suhu dan taktikal yang dihadapi pemain Iskandar Muda, satu dua kesalahan mulai muncul dalam permainan, dan di menit 49 pelanggaran dilakukan oleh seorang pemain Iskandar Muda yang menghasilkan tendangan bebas bagi tim Sriwijaya F.C.

Dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari kotak penalti, Reza mengambil posisi untuk mengeksekusi tendangan bebas. Ia mengambil ancang-ancang dengan tenang sebelum wasit mempersilakan untuk menendang bola. Tepat setelah wasit meniupkan peluit ia langsung menendang dengan kaki kiri yang menghasilkan tendangan bebas indah yang terukur ke pojok kanan gawang. Titik balik yang sangat diperlukan oleh tim tandang tercipta.

Momentum untuk mengembalikan keadaan dalam genggaman pemain Sriwijaya, 3 – 2.

Setelah perayaan gol yang indah dari kaki kiri Reza, pertandingan kembali dilanjutkan. Pemain Iskandar Muda masih tenang dengan adanya selisih satu gol yang ada di kantong mereka. Tapi rasa tenang ini tidak berlangsung lama, karena setelah itu, salah satu pemain Sriwijaya jatuh tepat sebelum kotak penalti. Tetapi wasit tidak melihat demikian, wasit memutuskan bahwasannya terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh bek Iskandar Muda tepat di garis kotak penalti, dan wasit menghadiahkan tendangan penalti kepada tim tandang. Sebuah momen yang kembali merugikan tim Iskandar Muda.

Pertengahan babak ke dua kembali diisi oleh gol, 3 – 3.

Sisa pertandingan dilanjutkan dengan keadaan yang mulai chaos, kedua tim sama-sama tidak mau mengalami kekalahan. Aksi-aksi gegabah juga beberapa kali terjadi, pengambilan keputusan yang tidak tenang membuat pertandingan kurang taktikal. Waktu terus berjalan hingga penuh 60 menit ditandai dengan tiupan panjang yang dilakukan oleh wasit.

Pertandingan selesai dengan Sriwijaya F.C menahan imbang Iskandar Muda dengan skor 3 – 3.

*Penulis merupakan mahasiswa Tk. 3, Jurusan Syariah Islamiyah, Universitas Al-Azhar, Kairo.
Editor: Siti Humaira

Posting Komentar

Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir
To Top