Lancang Kuning Ditahan Imbang, Persaingan Menuju Final Kian Memanas
Oleh: Ahmad Kamil Baba*
(Dok. Panitia)
Matchday ke-5 Sumatera Cup XXI pada tanggal 19 April 2026 yang digelar di Lapangan Al-Wafa’ wal Amal, Nasr City, kembali menghadirkan rangkaian laga kompetitif sekaligus suasana kebersamaan yang hangat di kalangan mahasiswa Sumatera di Mesir.
Laga dibuka dengan kemenangan tipis Toba FC atas Minang Saiyo FC. Satu-satunya gol dicetak Irham Hariri pada menit ke-21, memanfaatkan peluang dengan klinis di depan gawang. Penampilan solid sepanjang laga kembali mengantarkan sang kapten meraih gelar MVP yang ketiga baginya di turnamen tahun ini.
Pertandingan kedua berlangsung lebih hidup. Sriwijaya FC tampil efektif sejak awal, membuka keunggulan dengan gol cepat Akhbar pada menit ke-9. Skor kemudian digandakan oleh Owais pada menit ke-27. Saburai FC sempat mengejar ketertinggalan lewat gol Romzi pada menit ke-60, namun skor 2-1 tetap bertahan hingga peluit akhir dibunyikan. Akhbar yang juga menjabat sebagai kapten tim dinobatkan sebagai MVP berkat perannya yang krusial sepanjang laga.
(Pemain Sriwijaya berhadapan dengan pemain Saburai)
Pada match ketiga, duel antara Lancang Kuning dan Laskar Siginjai berlangsung ketat dan minim peluang. Permainan banyak berkutat di lini tengah dengan kedua tim sama-sama disiplin menjaga ritme. Alfin Permana tampil menonjol dan terpilih sebagai MVP berkat kontribusinya dalam menjaga keseimbangan permainan Lancang Kuning.
Hasil tersebut cukup untuk mempertahankan posisi Lancang Kuning di puncak klasemen. Dari lima pertandingan, mereka mengoleksi 11 poin dengan tiga kemenangan dan dua kali imbang tanpa kekalahan. Catatan tersebut semakin menguatkan posisi mereka sebagai kandidat utama menuju partai final.
Performa lini tengah sendiri menjadi salah satu sorotan sepanjang turnamen. Komentator sekaligus pengamat, Pundit Kamil Baba, menilai ada dua pemain tengah yang tampil cukup menonjol sejauh ini.
“Ramelza dari Lancang Kuning dan Owais dari Sriwijaya adalah gelandang paling dominan hingga saat ini. Penguasaan bola yang baik, kreativitas umpan dan visi, serta kemampuan keduanya dalam mengatur ritme permainan sangat luar biasa,” ujarnya.
Penilaian tersebut terlihat jelas di lapangan. Keduanya kerap menjadi pusat permainan tim, mengalirkan bola, membuka ruang melalui umpan terobosan, serta menjaga keseimbangan saat tim bertahan.
Di luar pertandingan, suasana semakin meriah dengan adanya “CR7 Challenge“ pada jeda babak pertama laga kedua. Tantangan menendang bola langsung dari tengah lapangan ke gawang ini diikuti oleh para gubernur kekeluargaan Sumatera. Pemenang diraih oleh Gubernur Ikatan Keluarga Mahasiswa Lampung Mesir (IKMAL), Alif Putra Zatadin, yang sukses mencetak percobaan paling akurat dan mengundang sorak sorai penonton.
Matchday ke-5 ini kembali menegaskan bahwa Sumatera Cup lebih dari sekedar turnamen sepak bola. Ia adalah ruang bertemunya semangat, solidaritas, dan rasa kekeluargaan di perantauan. Dengan persaingan yang semakin ketat, laga-laga berikutnya dipastikan akan semakin menarik untuk disaksikan.
*Penulis merupakan mahasiswa Tk. 3, Jurusan Syariah Islamiyah, Universitas Al-Azhar, Kairo.
Editor: Hafizul Aziz
Posting Komentar