Matchday Penutup: Tiket Runner Up Ditentukan, Selebihnya? Pertandingan Kebebasan

Oleh: *Saiful Munawwar
(Sumber Dok. Panitia)
Kamis 23 April 2026 menjadi hari penentuan untuk pemegang tiket terakhir partai final gelaran liga Sumatera Cup 2026. Wafa al - Amal, di bawah terik matahari yang tak hanya membakar kulit, tapi juga membakar semangat juang para tim di match day terakhir kali ini.

Berikut rangkaian pertandingan matchday ketujuh :

Kesebelasan tuan rumah menahan imbang tim klasemen papan atas, Lancang Kuning FC

Pertandingan pembuka, mempertemukan Iskandar Muda FC melawan Lancang Kuning, dari kekeluargaan Riau. Pertandingan apik disuguhkan, kedua belah pihak melancarkan serangan yang bertubi-tubi di babak pertama. Namun pertahanan yang kokoh dari masing-masing lini pertahanan tak mampu menjebol satu jaring gawang manapun. Pertengahan babak kedua laga, pihak tuan rumah mendapatkan sebuah pinalti, namun sayang masih belum bisa menghasilkan sebuah gol.

Gol pembuka berhasil tercipta pada menit 54, oleh lini penyerangan Lancang Kuning FC, Silva, yang juga menjadikannya sebagai man of the match pada laga tersebut. Selang beberapa menit kemudian, pihak tuan rumah tak mau memberikan Lancang Kuning pulang dengan membawa poin penuh.

Namun, walaupun kesebelasan Lancang Kuning mau tidak mau harus berbagi poin dengan Iskandar Muda FC, mereka tetap dengan gagah bertengger di posisi runner up dan melaju ke partai puncak, menjamu Toba FC.

Skor imbang kembali mewarnai laga

Walaupun sudah pasti mendapatkan satu tiket ke final, Toba tetap menjamu Laskar Siginjai dengan gigih. Begitu pula dengan Laskar Siginjai, bahkan pada paruh waktu babak pertama, skor sudah terjalin 3-2, Siginjai memimpin.

Serangan demi serangan dilancarkan oleh kedua tim, jual beli taktik terlihat sangat memukau, membuat penonton takjub tak henti-hentinya. Di menit-menit akhir, Toba menyamakan kedudukan menjadi 3-3, Siginjai terpaksa harus berbagi poin pada laga terakhir mereka di ajang kali ini.


Azzam (Laskar Siginjai) keluar sebagai man of the match pada laga tersebut, mencetak dua gol. Laskar Siginjai harus puas berakhir pada papan tengah klasemen.

Laga penutup: permainan di antara kerja keras dan keikhlasan

Pertandingan grup telah usai, laga terakhir menjadi saksi, bahwa pantang menyerah dan perjuangan itu benar-benar nyata. Minang Saiyo VS Sriwijaya FC, menjadi laga penentuan untuk klasemen akhir.

Rafly, penyerang andalan milik Minang Saiyo, memberikan permainan yang sangat ciamik, membuka gol perdana laga pada menit kelima. Sebuah gol yang tak terduga, sepakan keras dari luar kotak pinalti, merobek gawang dari Sriwijaya. Gol kedua juga tercipta dari kaki sang penyerang, gol indah yang dihasilkan freekick. Di akhir babak pertama, Sriwijaya mencoba mempersempit ketertinggalan menjadi 2-1, sebuah kesalahan lini pertahanan Minang membuahkan gol untuk Sriwijaya.

Babak kedua tak kalah menarik, permainan yang panas kembali disuguhkan, di pertengahan babak, Sriwijaya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2, membuat pertandingan lebih menarik untuk disaksikan hingga akhir.

Namun, pihak Minang Saiyo tak mau berbagi poin, Rafly kembali mencetak gol, membuat skor menjadi 3-2, dengan gol tersebut, ia berhasil mencatatkan hattrick satu-satunya pada ajang Sumatera Cup tahun ini. Sungguh permainan yang sangat fenomenal, semoga ajang ini akan terus berkembang kedepannya, mampu menciptakan talenta-talenta hebat, demi Sumatera yang lebih kuat dan lebih baik.

Editor: Hafizul Aziz

Posting Komentar

Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir
To Top