BCB dan PCIA Gelar Seminar Pra-Nikah Bertajuk Love with Clarity

Pemateri saat menyampaikan seminar (Dok. Pribadi Panitia)
Kmamesir.org (19/08/2025) - Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) menyelenggarakan seminar pra-nikah bertema Love with Clarity di Markas Dakwah Muhammadiyah, Hay Asyir, pada Kamis (15/8).

Acara ini menyoroti pentingnya membangun cinta dengan pikiran yang jernih, sikap dewasa, serta kesesuaian dalam menentukan pasangan hidup. Tema tersebut dipilih untuk membekali para peserta agar mampu merancang rumah tangga dengan arah yang jelas dan sehat sejak awal.

Seminar yang dihadiri puluhan peserta ini menghadirkan narasumber utama Ustazah Hamidah Hasan Basri, Lc., Dipl., ibu dari Ula Azari Hazami—finalis Hafiz Indonesia 2020 yang dikenal sukses menumbuhkan tradisi hafalan Al-Qur’an sejak usia dini di kalangan anak-anaknya.

Panitia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BCB dan PCIA dalam mendampingi generasi muda melalui edukasi pra-nikah agar lebih siap membangun keluarga yang harmonis berdasarkan ajaran Islam.

Dalam materinya, Ustazah Hamidah mengingatkan bahwa pernikahan adalah ibadah terpanjang yang dimulai sejak akad hingga akhir hayat. Karena itu, setiap muslim dianjurkan berhati-hati dalam memilih pasangan demi terciptanya keluarga sakinah.


Ia juga menekankan perlunya menyederhanakan harapan terhadap pasangan. Ekspektasi yang terlalu tinggi, katanya, hanya akan memicu kekecewaan jika tidak sesuai kenyataan. “Setiap pasangan harus dilihat secara menyeluruh, sebab setiap manusia punya kelebihan sekaligus kekurangan,” ujarnya.
(Dok. Panitia)
Lebih lanjut, Hamidah memaparkan sejumlah bekal yang harus dipersiapkan sebelum menikah, seperti restu orang tua, pengetahuan dan spiritualitas, akhlak, pengembangan diri, kesiapan fisik dan mental, hingga kemampuan mengelola persoalan rumah tangga. Menurutnya, pernikahan ibarat puzzle yang disusun sepanjang kehidupan dengan petunjuk Al-Qur’an dan hadis, yang hanya dapat dipahami melalui proses belajar berkesinambungan.

“Jika mendambakan pasangan yang saleh dan berilmu, maka perbaiki diri terlebih dahulu. Jodoh pada hakikatnya adalah refleksi dari diri kita sendiri,” pungkasnya.[]

Reporter: Zarvia Li'aunillah

Editor: Muhammad Arief Munandar

Posting Komentar

Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir
To Top