Mengukir Sejarah; Tgk. Cut Endang Puspa Sari, Perempuan Indonesia Pertama Raih Gelar Doktor di Universitas Canal Suez dengan Predikat Summa Cum Laude

Oleh: Azkia Maulida Salsabila*
(Dok.Pribadi)
Tgk. Cut Endang Puspa Sari, putri dari Srikandi Referendum Aceh Cut Nur Asyikin, berhasil mempertahankan disertasi doktoralnya di Institute of Afro-Asia Studies, Canal Suez University, Ismailiyah, Mesir. Ia meraih predikat Mumtaz Ma'a Martabat Asy-Syaraf Al-Ula dan mencatat sejarah sebagai perempuan Indonesia pertama yang meraih gelar doktor di universitas tersebut. Sidang promosi doktor ini berlangsung pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Disertasi beliau dinyatakan lulus dengan predikat Summa Cum Laude dan memperoleh rekomendasi untuk diterbitkan sebagai bahan bacaan umum, yang menunjukkan kualitas akademik yang tinggi dan relevansi yang kuat dengan realitas sosial keislaman di Indonesia, khususnya Aceh.

Tgk. Cut Endang menempuh pendidikan Sekolah Menengah Pertama di Ponpes Jeumala Amal, Lueng Putu, Pidie Jaya. Kemudian melanjutkan studi di Madrasah Aliyah Darunnajah, Jakarta. Pada tahun 2005, beliau melanjutkan pendidikannya ke Universitas Al-Azhar Kairo. Hingga akhirnya, pada tahun 2025 dengan dukungan doa dari suami, keluarga, serta keyakinan diri, beliau berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Canal Suez, Mesir.

Sidang munaqasyah dilaksanakan pada pukul 11.30 Clt sampai selesai, di Aula Utama Munaqasyah Pasca Sarjana Afro Asia Studies-Suez Canal University, Ismailiyah, Mesir. Juga turut dihadiri oleh keluarga besar KMA yang datang dari Kairo untuk memberikan dukungan penuh kepada Tgk. Cut Endang. Perjalanan sejauh 113 km di tengah suhu yang mencapai 38 derajat Celsius, menjadi bukti kuatnya solidaritas antar sesama mahasiswa Aceh di perantauan.

Tgk. Cut Endang Puspa Sari mempertahankan disertasinya yang berjudul:

معوقات تطبيق الشريعة الإسلامية فى آتشية، اندونيسيا: طرق المواجهة و الحل

"Hambatan Penerapan Syariah Islam di Aceh, Indonesia: Metode Konfrontasi dan Solusinya", dengan penuh ketenangan dan kepercayaan diri. Disertasi ini menggali tantangan penerapan syariah di Aceh, sekaligus menawarkan solusi berbasis data yang relevan dan konstruktif.

Di bawah bimbingan Prof. Dr Kamaluddin Nuruddin Marjuni, Guru Besar Akidah, Fakultas Ushuluddin, Universitas Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam dan Assoc. Prof. Dr. Fatma Mohamed Mansour, Guru Besar Studi Islam di Institut Studi Afro Asia, Program Pascasarjana.

Sidang juga diuji oleh:

- Prof. Dr. Huseini Sulaeman Jaad, Guru Besar Syari'ah Islamiyyah, Fakultas Hukum, Universitas Zagazig.

- Prof. Dr. Abdul Muta'ali Ahmad Dimyati, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Kairo.

(Dok.Pribadi)
Tgk. Cut Endang tidak hanya seorang akademisi, dedikasinya merupakan simbol dari semangat juang yang diwariskan oleh sang ibu, Cut Nur Asyikin, yang dikenal sebagai Srikandi Referendum Aceh. Dalam setiap langkahnya, Tgk. Cut Endang menunjukkan bahwa semangat perjuangan yang diwariskan tidak hanya memberikan kekuatan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi pendorong dalam mengatasi segala tantangan hidup.

Baca juga: Kepemimpinan Perempuan, Diskusi Menarik di Kalangan Mahasiswi Al-Azhar Se-ASEAN

Dalam sambutannya yang penuh haru, Tgk. Cut Endang mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua yang telah mendukungnya, terutama kepada keluarga besar KMA.

"Bi taufiqillah, pada tanggal 6 Agustus 2025, Munaqasyah berjalan dengan penuh haru dan semarak. Terima kasih untuk sahabat-sahabat yang hadir dalam doa dan datang menghadiri munaqasyah doktoral di Suez Canal University, Ismailiyah, Mesir. Jauh jarak dalam hembusan hawa panas tidak menghentikan langkah untuk mendukung. Khususnya keluarga besar KMA yang datang berpeluh, dan ikut berbahagia di hari Munaqasyah saya. Menjadi bagian dari KMA adalah sebuah kebanggaan, solidaritas dan kepeduliannya tak tergoyahkan.

Semoga langkah kecil saya dalam menyelesaikan studi dapat membakar semangat pejuang-pejuang ilmu KMA bahwa ‘Tetaplah berjalan, maka kamu akan sampai’, Jangan pernah berhenti, yakinlah ini adalah jalan menuju surga-Nya. Semoga silaturahim kita berkekalan dan sukses selalu. Aceh menanti generasi terbaiknya.”

(Dok.Pribadi)
Ketua KMA Mesir, Tgk. Muzakki Adnan, turut memberikan apresiasi, "Kami mengucapkan selamat kepada Tgk. Cut Endang Puspa Sari yang telah berhasil menyelesaikan program studi doktoralnya di Suez Canal University dengan predikat Mumtaz Ma’a Martabat Asy-Syaraf Al-Ula. Sebuah pencapaian yang luar biasa, yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga menginspirasi. Bahkan, penguji menyarankan agar disertasi beliau diterbitkan sebagai bahan bacaan umum, yang menegaskan kualitas akademiknya yang sangat tinggi."

"Tgk. Cut Endang adalah kakak sekaligus figur orang tua bagi kami di tanah rantau, yang selalu memberi inspirasi melalui tindakan dan kata-katanya. Beliau membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil, bahkan bagi seorang ibu yang memiliki tanggung jawab besar, untuk menyelesaikan pendidikan hingga S3, meskipun berada di tanah perantauan." Ujar Ketua KMA, Tgk. Muzakki.

(Dok.Pribadi)
"Semoga pencapaian ini menjadi penyemangat bagi kita semua, khususnya bagi mahasiswa pascasarjana, untuk terus berjuang dan menyelesaikan tesis serta disertasi dengan tekad yang sama," tutupnya.[]

Kmamesir.org mengucapkan selamat kepada Tgk. Cut Endang Puspa Sari atas keberhasilannya meraih gelar doktor dengan predikat Summa Cum Laude di Suez Canal University, Mesir. Pencapaian ini bukan hanya sebuah prestasi akademik, tetapi juga bukti bahwa keteguhan, semangat, dan perjuangan dapat membawa seseorang mencapai tujuan yang luar biasa. Semoga prestasi ini menginspirasi kita semua untuk terus menimba ilmu dan berkontribusi dalam membangun masa depan Aceh yang lebih gemilang.

*Penulis merupakan mahasiswi tingkat II jurusan Ushuluddin, Universitas Al-azhar, Kairo.

Editor: Hafizul Aziz


Posting Komentar

Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir
To Top