Pelantikan Pengurus KMA LII dan Tasyakuran Temus: Mengokohkan Langkah, Merawat Khidmah

(Dok.Pribadi)
Kmamesir.org (07/08/2025) - Majelis Syura Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir resmi melantik Dewan Pengurus baru dan menggelar tasyakuran bagi Tenaga Musiman (Temus) yang telah menyelesaikan tugas sebagai petugas haji. Acara ini berlangsung pada Ahad (3/8) di Rumoh Nek, Meuligoe Aceh.

Pelantikan disertai dengan prosesi bai’at yang dipimpin langsung oleh Majelis Syura dan diikuti oleh seluruh anggota KMA sebagai bentuk dukungan terhadap kepengurusan baru.

Acara dipandu oleh Tgk. Atthariq Husin dan berlangsung dengan penuh khidmat. Dalam sambutannya, perwakilan panitia Tgk. Kadhan Imam Maulana, menyampaikan harapan agar pengurus baru dapat menjadi garda terdepan dalam menggerakkan KMA. Ia menggambarkan para pengurus sebagai "Avengers" KMA, dengan Tgk. Muzakki Adnan sebagai "Hulk" yang menjadi simbol kekuatan tim.

Setelah Tgk. Muzakki Adnan terpilih sebagai Nahkoda Umum KMA Mesir periode 2025-2026 terbentuklah sebanyak 134 awak kapal yang siap mengemban amanah dan mengarungi masa khidmat selama satu tahun ke depan.

Tak heran jika acara seperti ini dipenuhi dengan nuansa spiritualitas yang mampu membakar semangat, tidak hanya bagi para pengurus, tetapi juga seluruh anggota KMA. Seperti yang disampaikan oleh Tgk. Tabsyir Masykar, Lc., M.A. dalam sambutannya yang penuh makna tentang pentingnya keikhlasan.

“Jika setiap pekerjaan yang kita lakukan disertai dengan keikhlasan, semuanya akan berjalan dengan lancar. Sebab yang kita cari bukanlah jabatan, melainkan keikhlasan itu sendiri sebagai modal utama,” ungkapnya.

Memang benar, setiap tahun proses pemilihan ketua KMA selalu memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan tempat-tempat lain. Di berbagai organisasi calon pemimpin biasanya mendaftarkan diri dan mempromosikan program mereka untuk menarik dukungan masyarakat, maka di KMA justru sebaliknya masyarakatlah yang mendorong mereka yang dianggap layak untuk menduduki kursi kepemimpinan.

Tradisi ini lahir dari kesadaran bahwa amanah kepemimpinan bukanlah hal yang ringan. Mereka yang diusulkan memahami betul bahwa tanggung jawab sebagai pemimpin memerlukan kesiapan lahir dan batin.

Baca juga : Tgk. Muzakki Adnan Terpilih Menjadi Nahkoda Baru KMA Periode 2025-2026

Tgk. Tabsyir pun menutup nasihatnya dengan mengajak seluruh anggota KMA untuk terus berpegang teguh pada nilai-nilai luhur yang telah menjadi dasar perjuangan KMA selama ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan dan pelantikan pengurus KMA LII. Prosesi sumpah dipimpin oleh Ketua Syura Tgk. Arief Mughni, Lc.,Dipl., dilanjutkan dengan pembacaan sumpah janji setia oleh Tgk. Mukhlis Ilyas, Lc.,Dipl., dan diikuti pembacaan sumpah oleh seluruh pengurus terlantik di hadapan anggota KMA. Ditutup dengan prosesi peusijuk sebagai penanda restu dan harapan.

Acara kemudian diisi dengan nasihat penuh makna dari ureung tuha KMA, Tgk. Mukhlis Ilyas, Lc.,Dipl. Dalam sambutannya, beliau kembali mengingatkan tiga tujuan utama dibentuknya KMA:

  1. Membentuk ukhuwah islamiyyah,
  2. Menciptakan pendidikan yang berkualitas,
  3. Menjaga nilai-nilai keacehan yang Islami.

“Kita tidak hanya membutuhkan orang yang mukhlis dalam bekerja, tetapi juga muzakki  yaitu mereka yang rela menzakatkan tenaga, pikiran, waktu, bahkan ilmu demi KMA,” tegasnya.

(Tgk. Mukhlis menyampaikan taujihat)
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dalam mengemban amanah, diibaratkannya seperti ikatan tasbih yang kuat. Tgk. Mukhlis menutup nasihatnya dengan untaian puisi yang menginspirasi:

“Tak ada yang tiba-tiba bagi calon pemimpin,
Bangsa dan kecakapan bukan salinan genetika,
Inspirasi datang dari hidup yang tahan uji,
Pemimpin muncul dari terpaan yang tiada henti.”

Kata sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua KMA, Tgk. Muzakki Adnan. Dalam penyampaiannya, ia mengibaratkan kepengurusan KMA sebagai simulasi untuk menghadapi kehidupan bermasyarakat setelah kembali ke tanah air.

Ia juga menegaskan bahwa menjadi bagian dari kepengurusan KMA bukan sekadar menjalankan roda organisasi secara formal, melainkan juga membangun nilai-nilai kekeluargaan di dalamnya.

Di bawah arahannya, seluruh anggota duduk berdasarkan divisi, saling berkenalan, dan memperkenalkan program kerja secara umum sebagai langkah awal membangun koordinasi yang solid.

Usai prosesi pelantikan, acara berlanjut ke agenda kedua, yaitu Tasyakuran Temus KMA. Empat anggota KMA yang telah bertugas sebagai Tenaga Musiman (Temus) haji, yaitu Tgk. Muhammad Shidqi, Lc.,Dipl., Tgk. Ali Akbar Alfata, Lc.,Dipl., Tgk. Gia Nabila, Lc.,Dipl., dan Tgk. Abkarul Aufa, Lc. berbagi pengalaman mereka selama menjalankan tugas mulia tersebut.

(Temuser KMA menceritakan pengalaman mereka)
Dalam sesi sharing, keempatnya menceritakan suka duka selama menjadi petugas haji. Kisah-kisah yang mereka sampaikan menggugah perhatian para hadirin, yang menyimak dengan penuh cermat dan empati. Mereka juga menekankan bahwa menjadi petugas haji bukan hanya pekerjaan teknis, tetapi merupakan tanggung jawab besar yang menuntut kesabaran dan ketulusan.

“Jalani amanah ini sepenuh hati, meski terkadang berat untuk dijalani,” ujar salah satu dari mereka.

Sesi dilanjutkan dengan penyerahan hadiah secara simbolis dari para Temus kepada KMA. Acara ditutup dengan pembacaan do'a oleh Tgk. Haris At-Tamimi, dilanjutkan dengan santap bersama hidangan kari kambing, dan ditutup dengan sesi foto bersama untuk pengurus serta per-divisi.[]

Reporter: Zarvia Li'aunillah

Editor: Hafizul Aziz


Posting Komentar

Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir
To Top