Football is Coming Home: Kilas Balik Satu Dekade Teuku Umar Cup 2025
0
Komentar
Oleh: Muhammad Habibillah*
| (Dok. Pirbadi) |
Matahari Kairo pagi itu, Kamis (23/10), terasa lebih bersahabat, namun hembusan angin mulai membisikkan pesan bahwa musim dingin akan segera tiba. Di bawah langit Markaz Syabab Gamaliah yang legendaris, kerumunan warga Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) mulai memadati lapangan. Hari ini bukan tentang diktat kuliah atau diskusi keilmuan, melainkan tentang silaturahmi dan marwah masing-masing sagoe di atas lapangan hijau dalam gelaran bergengsi: Teuku Umar Cup 2025.
Mengusung tema “Sapeu kheun sapeu pakat, bak Teuku Umar Cup syedara ta peu krap”, ajang yang sudah rutin menyapa kita sejak 2015 ini kembali menjadi panggung pembuktian. Bagi kami, ini bukan sekadar turnamen futsal. Ini adalah cara kami melawan dingin yang akan menusuk tulang, menggerakkan tubuh agar tak ringkih, dan tentu saja, mempererat ikatan syedara yang mungkin sempat renggang karena kesibukan masing-masing.
Tepat pukul 09.00 waktu Kairo, Tgk. Salman Alfarisi selaku ketua panitia membuka acara dengan semangat yang menular. Estafet sambutan dilanjutkan oleh Ketua KMA, Tgk. Muzakki Adnan, sebelum akhirnya aturan main dibacakan dengan tegas oleh Tgk. Ghufran Yusvid Hamara. Sorak sorai pecah saat Tgk. Muzakki melakukan tendangan penalti simbolis sebuah tanda bahwa genderang perang antar sagoe resmi ditabuh.
| (Tendangan Penalti Simbolis oleh Tgk. Muzakki) |
Dua belas tim dari berbagai penjuru Asyir, Madinat Nasr, Gamaliah, hingga Matarea terbagi ke dalam dua grup neraka. Lapangan menjadi saksi betapa kerasnya perjuangan setiap sagoe demi dua tiket menuju semifinal.
Drama puncaknya tersaji di partai final yang mempertemukan dua raksasa: Sagoe Khadrawi dan Sagoe Asyir.
Sejak peluit pertama dibunyikan, atmosfer lapangan mendadak berubah tegang. Khadrawi tampil spartan, sementara Asyir bermain dengan ketenangan tim juara. Jual beli serangan terjadi begitu intens, keringat bercucuran membasahi jersey yang mulai kotor oleh debu lapangan. Namun, hingga babak pertama usai, papan skor tetap bergeming di angka 0-0.
Baca juga: Demi Menyambung Ukhuah, KMA Kembali Melaksanakan Teuku Umar Cup 2023
Memasuki babak kedua, tensi permainan justru semakin memanas. Adu taktik dan adu fisik terjadi di setiap sudut lapangan, namun dewi fortuna sepertinya masih enggan berpihak. Skor kacamata bertahan hingga peluit panjang, memaksa pertandingan harus diselesaikan lewat titik putih yang kejam.
Di babak adu penalti inilah, mentalitas berbicara. Sagoe Khadrawi harus berlapang dada mengakui ketangguhan Asyir. Untuk kesekian kalinya, Sagoe Asyir membuktikan dominasi mereka dengan kembali mengangkat trofi juara. Khadrawi keluar sebagai runner-up yang terhormat, sementara Tgk. Ghufran Yusvid Hamara melengkapi kemeriahan hari itu dengan menyabet gelar Top Skor.
| (Full Squad Sagoe Asyir) |
*Penulis merupakan mahasiwa fakultas Syariah wal Qanun, jurusan Syariah Islamiyah, Universitas Al-Azhar, Kairo.
Editor: Hafizul Aziz
Posting Komentar