Halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah; Dalam Maaf Kita Bertaut, Persaudaraan Kian Terpaut

(Sumber: Dok. Pribadi)

Kmamesir.org (26/3/2026) Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) sukses menyelenggarakan acara Halalbihalal Idulfitri 1447 H. di Meuligoe KMA, Hay Tasea, pada Minggu (22/3).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, agenda kali ini dibagi menjadi dua sesi guna mengantisipasi lonjakan jumlah mahasiswa baru yang tiba pada penghujung tahun 2025. Sesi pertama (10.00–14.00 CLT), dihadiri oleh angkatan Meuseuraya, Saleum, dan Meusyeuhu. Sesi kedua (15.00–19.00 CLT), dihadiri oleh angkatan Veteran, Seulanga, dan Peunawa.

Sesi pertama dibuka dengan takbir yang syahdu, disusul lantunan selawat merdu dari tim nasyid KMA. Tgk. Muhammad Alghifari yang bertindak sebagai moderator secara resmi membuka acara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Tgk. Muhammad Kautsar.

Tgk. Mufid Jalil selaku ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh panitia yang telah bahu-membahu menyukseskan acara. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam pelaksanaan teknis di lapangan.

Senada dengan itu, Ketua KMA Mesir Tgk. Muzakki Adnan, Lc., mengibaratkan tradisi halalbihalal di Meuligoe KMA sebagai momen “pulang kampung” bagi para mahasiswa Aceh di Mesir. “Mari kita jadikan Idulfitri ini sebagai momentum untuk saling memaafkan serta melestarikan tradisi yang telah diwariskan oleh para senior terdahulu,” tuturnya.

Perwakilan Majelis Syura Tgk. Gia Nabila, Lc., Dipl., turut menekankan pentingnya silaturahmi di perantauan. Beliau juga mengingatkan urgensi penggalangan dana pembangunan asrama mahasiswa Aceh, mengingat kapasitas Meuligoe KMA yang kini semakin terbatas akibat bertambahnya jumlah warga.

Puncak sesi pertama diisi dengan ceramah oleh Tgk. Izdihar Nurul Fajar, Lc., Dipl. Beliau mengulas pentingnya komunikasi, keluasan sudut pandang, arti pengorbanan, serta tanggung jawab menjaga warisan nilai-nilai organisasi. Sesi ini ditutup dengan bersalam-salaman, foto bersama, dan santapan siang dengan menu mie bakso khas koki KMA.


Sesi kedua diawali dengan pembacaan samadiah yang dikhususkan bagi orang tua mahasiswa dari angkatan Peunawa dan Seuramoe yang telah berpulang. Agenda dilanjutkan dengan sambutan dari ketua KMA, Syekh Ayyub Al-Jazairy, serta nasihat dari perwakilan Majelis Syura dan Ureng Tuha KMA.

Syekh Ayyub menekankan pentingnya memiliki target dan prinsip tadarruj (berproses secara bertahap) selama menuntut ilmu di Negeri Kinanah agar waktu tidak terbuang sia-sia.
 "لابد أن ترجع إلى بلدك بالنتيجة," tegasnya.

Sementara itu, Tgk. Mukhlis Ilyas, Lc., Dipl., dalam pesan klasiknya mengingatkan bahwa kemenangan hakiki Idulfitri bukanlah tentang pakaian baru, melainkan keberhasilan kembali kepada fitrah. Para tokoh senior juga berpesan agar warga KMA konsisten dalam menyambung tali persaudaraan dan merawat warisan intelektual, begitupun dengan kekeluargaan yang telah lama dibangun.

Meski format acara mengalami perubahan, antusiasme warga KMA tetap tinggi. Kemeriahan halalbihalal ini diakhiri dengan sesi dokumentasi dan makan bakso bersama sebagai penutup rangkaian acara.

Reporter: Syifa Munaya
Editor: Nisa Kamila

Posting Komentar

Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir
To Top