Ramadhan Selesai, Jangan Biarkan Kedekatan Kita dengan Al-Quran Usai
Oleh: Humam Habibie*
Tak terasa selesai sudah Ramadaan. Bulan yang penuh berkah, di mana kita, hamba Allah Swt. tidak hanya diperintahkan untuk menahan lapar dan haus, akan tetapi juga diseru untuk meningkatkan ketaqwaan dengan lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
Salah satu kebiasaan umat muslim di bulan Ramadan adalah meningkatkan intensitas membaca al-Quran. Biasanya hanya seminggu sekali kini menjadi sehari sekali. Mereka yang meminimalkan sehari sekali kini mewajibkan dirinya untuk membaca kalam Allah yang mulia ini setiap selesai salat lima waktu. Biasanya tidak khatam, di bulan ini justru sebaliknya, bahkan berkali-kali.
Namun, pada hakikatnya kita semua hanya manusia yang imannya bisa bertambah juga berkurang. Ketika Ramadan selesai, banyak yang bacaan al-Qurannya tidak sesering di saat bulan puasa. Berkurangnya frekuensi mereka dalam hal tersebut pun karena banyak faktor, mulai dari kesibukan, kegiatan-kegiatan yang kurang berhubungan dengan al-Quran, dan tidak memiliki niat yang tekun dan target yang tetap seperti pada bulan Ramadan.
Sebagai Mahasiswa Indonesia di Mesir contohnya, sudah seharusnya kita bisa mencontoh warga muslim asli mesir yang sangat dekat dengan al-Quran. Mudah kita temukan mereka membaca al-Quran di sela-sela kesibukan, di kendaraan umum, bahkan ketika sedang mengantre. kedekatan itu terlihat juga melalui muratal yang juga sering terdengar ketika menaiki taksi online juga ketika memasuki gerai usaha mereka. Lebih jauh, tidak jarang kita temukan mereka baik yang berpendidikan tinggi maupun warga biasa atau kalangan bawah menghafal al-Quran juga dengan sejumlah qiraatnya. Hubungan mereka dengan al-Quran sangatlah erat dan itu yang perlu kita contoh sebagai mahasiswa Indonesia yang sedang menjalankan studi di negara ini.
Banyak kiat-kiat yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan semangat dan kebiasaan membaca al-Quran sekalipun tidak lagi Ramadan. Karena dengan meningkatnya semangat dan kebiasaan dalam bermuamalah dengan al-Quran bisa membangun spiritualitas dan mendekatkan koneksi kita dengan Allah Swt. Hal tersebut bisa kita mulai dengan hal-hal berikut:
1. Tetapkan niat yang baik
Penting bagi setiap muslim menentukan niat yang baik sekalipun pada perbuatan-perbuatan baik. Menetapkan niat dalam membaca kalamullah untuk mencari rida Allah Swt sangat afdal supaya terhindar dari ria dan agar mendapat petunjuk dan syafaat. Sisipkan juga niat untuk mempelajari al-Quran serta mengamalkannya dan mengajarkan kepada orang lain supaya mendapat manfaat yang baik begitu juga pada orang lain.
2. Pasang target harian atau bulanan
Dengan juga menetapkan target harian atau bulanan membuat kita tidak menyia-nyiakan waktu kosong untuk hal-hal yang tidak jelas dan tidak bermanfaat. Dengan begini, kita juga akan menyisihkan waktu untuk menyelesaikan target bacaan. Target yang jelas akan membantu kita fokus dan memotivasi diri. Meskipun demikian, target bisa meningkat seiring waktu dan kebiasaan.
3. Tetapkan waktu
Menetapkan waktu yang konsisten untuk membaca al-Quran juga akan menumbuhkan kebiasaan yang baik dan melekat. Jadwalkan pada setiap hari waktu di mana hanya kita dengan Al-Quran saja. Jadwalnya bisa setiap selesai salat fardu atau lebih spesifik setelah salat subuh atau magrib. Intinya menetapkan waktu juga sangat berpengaruh dalam membangun kebiasaan dan menyelesaikan target-target kita.
4. Jauhi segala distraksi
Ketika sudah menentukan target dan waktu, pastinya kita akan memulai suatu kegiatan tersebut. Pada tahap ini fokus sangat mempengaruhi kualitas kegiatan tersebut, sehingga menjauhi segala distraksi sangat penting supaya terhindar dari tidak selesainya target dan gagalnya terbentuk kebiasaan baik. Bacalah al-Quran di tempat yang tenang dan kondusif. Matikan juga segala notifikasi yang dapat membuat fokus kita buyar.
5. Ikut komunitas dan halaqah al-Quran
Mengikuti komunitas atau halaqah al-Quran juga sangat berpengaruh dalam membangun kebiasaan dan memberikan kita variasi target, bahkan memiliki teman atau kenalan baru yang memiliki visi yang sama: membangun kebiasaan dan kedekatan dengan Al-Quran. Banyak komunitas al-Quran yang bisa diikuti, seperti ODOJ (One Day One Juz), SiniNgaji, dan masih banyak lagi. Kita juga bisa mengikuti halaqah al-Quran yang banyak tersebar di mana-mana, yang bahkan tidak hanya menerima tahsin, tapi kita juga bisa menyetorkan hafalan al-Quran. komunitas atau halaqah ini tersedia secara daring maupun luring.
6. Kurangi konsumsi konten-konten pendek
Mengurangi mengonsumsi konten-konten pendek juga sangat membantu dalam membangun kebiasaan membaca dan kedekatan kita dengan al-Quran. Keseringan mengonsumsi konten-konten pendek akan membuat kita tidak sanggup untuk melakukan sesuatu yang lama juga membuat susah fokus. Hal ini sangat mengganggu dalam membangun kebiasaan membaca al-Quran. Sehingga membuat Otak tidak terbiasa dengan proses dan hanya ingin yang instan saja.
7. Mulailah mentadaburi al-Quran
Mentadaburi al-Quran juga akan sangat membantu kita dalam membangun kebiasaan membaca dan membangun kedekatan kita dengannya. Mentadaburi al-Quran dilakukan melalui proses membaca dengan tartil, mengosongkan hati dari hal-hal duniawi, merenungi makna-maknanya juga mengamalkan apa yang tertulis di dalam al-Quran. Proses tadabur ini juga bisa dilakukan dengan membaca tafsir-tafsir yang dikarang oleh ulama, seperti Tafsir Ibn Katsir, Tafsir At-Thabari, Tafsir al-Jalalain dan masih banyak lagi jika kita masih tidak mampu dan punya cukup ilmu untuk manafsirkannya sendiri.
Itulah kiat-kiat bagi kita yang ingin membangun kebiasaan membaca dan membangun kedekatan dengan al-Quran. Semoga dengan dekatnya diri kita dengan al-Quran semakin besar faedah-faedah yang kita dapat dan semakin dekat juga kita kepada rida Allah Swt. juga mendapat keberkahan bagi kita bahkan orang terdekat.
اللهم ارحمنا بالقران
*Penulis merupakan mahasiswa Universitas al-Azhar Kairo
Editor: Thariq Faiz

Posting Komentar