Beragama Ala Cak Dlahom: Resensi Fiksi Religi Rusdi Mathari
Oleh: Rezy Rizkyan Syah*
Identitas Buku
Judul: Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya
Penulis: Rusdi Mathari
Tebal Buku: 266 Halaman
Penerbit: Buku Mojok
Sinopsis
Penulis yang bernama asli Rusdi Amrullah ini dikenal oleh masyarakat karena tulisan-tulisannya di laman Facebook miliknya. Sejumlah tulisannya menarik banyak mata pembaca, sehingga sangat ditunggu-tunggu. Salah satunya adalah tulisan mengenai sosok sufi yang dikenal gila oleh warga sekitarnya, yang ia beri nama Cak Dlahom.
Kisah keseharian Cak Dlahom bersama masyarakat desa ini adalah sebuah serial cerita bersambung yang diposting oleh Mojok di situsnya selama Ramadan, menjelang waktu berbuka. Kisah tersebut sudah beberapa kali dipublikasikan oleh Mojok pada tahun yang berdekatan, sebab banyak pembaca yang suka dan menunggu dengan antusias kehidupan dan tingkah aneh berbalut hikmahnya Cak Dlahom di tengah masyarakat. Jumlah pembaca yang sangat besar pada setiap kisahnya membuat penerbit Mojok berinisiatif untuk membukukan kisah-kisah tersebut agar para pembaca lebih mudah menikmati kisah tokoh sufi ini dan sedikit belajar tentang pondasi-pondasi agama dengan mudah dan sederhana.
Hadirnya tokoh rekaan Rusdi ini seperti menabrak realitas yang sudah tertanam kuat dalam benak masyarakat. Karena Agama bagi sebagian orang dianggap sangat serius. Ajaran sampai para pemukanya di beberapa kesempatan yang mereka temui juga tak kalah serius, sehingga perlahan tertanam di alam bawah sadar mereka, bahwa dalam agama tidak ada kejenakaan dan hiburan.
Cak Dlahom, menurutku, salah seorang tokoh (disebut paham agama ia tak merasa, bodoh pun ia tak punya) yang sangat kocak dan jenaka. Beliau mengajarkan pondasi-pondasi sederhana dalam agama dengan lelucon dan sandiwara yang dibalut dengan hikmah, yang justru pondasi tersebut seringkali tidak diperhatikan oleh para pemeluknya.
Baca juga: Bahasa Arab adalah Pintu Memahami Al-Quran; Resensi Buku “Kaidah Tafsir” Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA.
*Penulis adalah mahasiswa Fakultas Ushuluddin Jurusan Hadis Universitas al-Azhar Kairo
Kelebihan Buku
Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya merupakan buku yang bisa dibaca di sela-sela waktu rehat dan kosong. Buku dengan dua ratusan halaman lebih ini juga tidak susah untuk dituntaskan segera, alias dengan waktu sesingkat-singkatnya. Lagi pula buku ini hanya berisi kisah-kisah, bukan kajian ilmiah yang mesti serius dan fokus saat membacanya.
Mas Rusdi, sang penulis, membawa kisah dengan penuh rasa dan warna. Tulisan demi tulisan tertata rapi dan mudah dipahami bahkan hikmah dari agama yang diselipkan juga mudah dicerna oleh siapapun. Padahal seperti itu pula lah agama bagi para pemeluknya, mempermudah bukan malah sebaliknya.
Hal lain yang akan didapati dari tulisan Mas Rusdi ini adalah para tokoh yang ada dalam sejumlah kisah seolah-olah hidup, agaknya para pembaca tengah menyaksikan drama secara langsung. Cak Dlahom, Mat Piti, Romlah, serta para warga seakan terlihat berlalu-lalang dari halaman ke halaman lainnya.
Halaman demi halaman yang akan kalian lewati, kisah demi kisah yang kalian baca nantinya, bisa kupastikan tingkah polah Cak Dlahom akan mengocok perut. Kalian tak akan sanggup menahan saat melihat tingkahnya ketika sudah kumat kembali.
Di balik tingkahnya yang bakal kalian jumpai nanti, banyak selipan hikmah yang sekaligus saya, kamu dan kita akan banyak belajar dari dirinya, yang menurutku akan membuat banyak orang-orang tersadar bahwa hidup di dunia bukan soal mengeluh melainkan bersabar dalam menjalani kehidupan. Ini adalah beberapa kalam hikmah yang sangat menyentuh:
“Batu tak sanggup menjadi manusia, karena merasa kalah keras dibanding hati manusia”
“Air tak pernah menolak yang datang padanya, bulan dan bangkai sama-sama diapungkannya”.
Kekurangan Buku
Pastinya setiap buku tak luput dari kekurangan. Hal ini justru membuat sebuah buku semakin bisa terus ditambah dan diperbaiki agar semakin komplit. Adapun kekurangan dalam buku ini tidak lain adalah tidak adanya buku lanjutan dari tingkah aneh Cak Dlahom. Saya rindu Cak Dlahom.
Editor: Thariq Faiz

Posting Komentar