Seminar Ilmiah dan Khataman Kitab Al-Baitsul Hatsits Warnai Pembukaan Madrasah Hadis KMA 2026
![]() |
| (Dok. Pribadi) |
Acara yang diselenggarakan oleh Madrasah Hadis ini bertujuan memperkenalkan dunia keilmuan hadis dari tahapan awal hingga akhir. Program ini dirancang bagi para penuntut ilmu secara umum, maupun mereka yang mengambil spesialisasi (takhassus) di bidang hadis, guna menegaskan pentingnya tangga keilmuan dalam disiplin tersebut. Manifestasi dari tangga keilmuan tersebut diwujudkan melalui Kajian Fakultatif.
Kajian Fakultatif merupakan sebuah kelompok belajar yang diinisiasi oleh para pendahulu KMA sebagai tempat saling berbagi maklumat yang telah mereka gali dari para Masyayikh, dan juga seperti yang telah disampaikan oleh narasumber di awal pembukaan seminar “Fakultatif ini dibuat sebagai tempat persiapan dan bala bantuan kawan-kawan KMA sebelum duduk di kaki para Masyayikh." pungkasnya.
Baca juga: Studi Perkembangan Hadis dari Masa ke Masa
Baca juga: Studi Perkembangan Hadis dari Masa ke Masa
Kajian Fakultatif KMA juga merupakan program unggulan yang pernah meraih penghargaan sebagai Program Terbaik dalam ajang Sharia Award 2022 di lingkup PPMI Mesir. Prestasi ini ditegaskan kembali oleh Ketua Departemen Pendidikan KMA, Tgk. Ahmad Kamil Baba, dalam sambutannya di awal.
Dalam pemaparannya, Tgk. Muhammad Aditya menyampaikan bahwa pendapat seseorang Alim bisa dipahami setelah diobservasi meluas pada seluruh karya tulisnya. Hal ini dicontohkan dengan Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar, pendapat Sang Imam mengenai ilmu hadis tidak hanya ditemukan pada satu buah karyanya melainkan tersebar di banyak karyanya yang lain.
Acara yang dimulai pukul 13.30 CLT tersebut ditutup dengan pembacaan bagian akhir kitab Al-Baitsul Hatsits karya Syekh Ahmad Syakir (w. 1377 H). Agenda ini menjadi simbol khataman bagi angkatan sebelumnya yang dipimpin langsung oleh narasumber.
Sebagai penutup, narasumber ditengah pemaparan seminarnya juga menekankan agar terus mengkaji dan membaca seluruh karya-karya ulama dan terus mentitik fokuskan buku-buku yang menjadi spesialis para hadirin, dan memperingatkan mereka yang sedang menempuh jurusan hadis dengan himbauan "Mereka yang takhassus (di bidang hadis) namun tidak menyelesaikan kitab Ibnu Shalah, maka orang tersebut bisa dikatakan kazib"
Reporter: Rezy Rizkyansyah
Editor: Hafizul Aziz

Posting Komentar