Di Antara Hal-Hal Biasa: Kesederhanaan yang Membebaskan Jiwa

Oleh: Nur Musytabsyirah*
Unsplash.com
Belajarlah menyukai hal-hal sederhana. Belajarlah menyukai membaca, apapun topik yang kamu minati. Belajarlah menyukai berinteraksi dengan orang lain yang memiliki sudut pandang yang berbeda denganmu. Pahamilah bahwa kebenaran bisa berdampingan satu sama lain. That's the one thing will set you free in this world.

Belajarlah menyukai pepohonan, savana, camping, berjalan santai tanpa tujuan pasti, api unggun, hingga meyaksikan matahari terbit dan terbenam.

Belajarlah mensyukuri atas air bersih yang kamu gunakan, makanan lezat dari apa yang kamu makan, tempat tinggal yang nyaman juga hangat kala musim dingin dan tempat berteduh yang sejuk kala musim panas.

Dan ketika kamu tertawa, tertawalah hingga menetaskan air mata. Begitupun ketika merasa sedih, menangislah hingga dada terasa lega.

Don’t hold your emotions!

Namun, bagaimana dengan amarah?

Apa harus langsung meledak saat perasaan itu datang?

Sebelum memeberikan reaksi, tanyakan dulu pada dirimu: Apa ini layak menguras energiku?

Bukan berarti kamu tidak boleh merasa marah, tapi kamumemilih bagaimana cara menanggapi.

Lihat situasi terlebih dahulu, perhatikan siapa yang kamuhadapi, pahami sudut pandang mereka dan bicaralah saat memang perlu, tapi jangan memanjakan ego mereka.

Kesederhanaan itu sulit karena membutuhkan pikiran yang jernih. Sepanjang hidup kamu akan memiliki banyak sekali barang-barang baru, hingga seiring berjalannya waktu ia rusak,hilang dan berganti. Tapi cara kamu memaknai dan menghargainya, itulah yang benar-benar milikmu. Dan itulah kekuatan hidup sederhana: membuat yang biasa terasa luarbiasa.


Seluas dan sedalam apa hidupmu, tergantung seberapa dalam kamu memahaminya. Hidupmu tumbuh seiring kamu tumbuh. Apa yang kamu rasakan dan alami, hanyalah cerminan dari dirimu sendiri.

Kita sering buang waktu mencari kebahagiaan atau cahaya di luar diri. Padahal, cahaya itu sebenarnya sudah ada di dalam dirimu sendiri; tugasmu hanyalah menyingkirkan penghalangnya.

Berbahagialah, lakukan apa pun yang membuatmu senang. Karena bukan tugas orang lain untuk membuatmu bahagia.

Jangan biarkan pikiran negatif membatasimu.

Let negative thoughts drift back to where they came from: nowhere.

Saat kamu menaruh perhatian hanya pada hal-hal yang membuatmu merasa aman, bermakna dan bahagia, lihat bagaimana hidup sehari-harimu perlahan terasa tenang dan membahagiakan.

Sumber:
Wiest, Brianna. (2016). 101 Essays That Will Change the Way You Think. Thought Catalog Books.
Simplicity: learn to like what doesn’t cost much | by nur | Quirky Rants | Feb, 2026 | Medium

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan syariah islamiyah Universitas Al-Azhar, Kairo
Editor: Zhilalurrahman

Posting Komentar

Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir
To Top