Saring Sebelum Sharing: Pentingnya Kroscek di Era Digital
Oleh: Qurrata A'yuna*
Kita hidup di era di mana media digital menjadi kiblat utama manusia dalam melihat dunia―mulai dari hal remeh hingga serius seperti isu lingkungan, politik, dan ekonomi dunia. Hal tersebut membuat kita tidak bisa lepas dari berita yang tak terhitung jumlahnya. Di samping memberikan kemudahan, keinstanan yang ditawarkan ini ternyata membawa masalah berupa banyaknya informasi yang belum tentu benar, bahkan hoaks.
Hoaks atau berita palsu biasanya dibuat dengan judul yang menarik atau mengejutkan agar orang mudah percaya dan menyebarkannya tanpa pikir panjang. Padahal dampaknya bisa sangat besar, seperti menimbulkan kepanikan atau kesalahpahaman di masyarakat. Apalagi jika berita tersebut sudah lebih dulu membangkitkan emosi publik. Sudah dipastikan ia akan tersebar dengan sangat cepat dan tak butuh waktu lama baginya untuk tenar. Oleh karena itu, penting kiranya di masa seperti ini kemampuan berpikir kritis dan melakukan kroscek terhadap apa yang dibaca.
Kroscek adalah proses memastikan apakah suatu informasi benar atau tidak sebelum dipercaya dan dibagikan ke orang lain. Kroscek juga merupakan alat penting untuk memastikan akurasi berita yang dikonsumsi. Hal ini pula menjadikan kita konsumen berita yang lebih kritis dan bijaksana serta mampu menghindari hoaks. Dengan memeriksa berbagai sumber, kita juga dapat memverifikasi informasi dan mengenali bias tersembunyi. Kroscek juga dapat dilakukan dengan membandingkan berita dari sumber yang berbeda guna membantu untuk membentuk pemahaman yang lebih lengkap dan akurat tentang sebuah peristiwa.
Baca juga: Polemik “Perang Logika” di Era Digital
Di era ini pula banyak yang menyebarkan informasi untuk kepentingan pihak tertentu, terutama dalam bidang politik atau bisnis. Jika kita tidak waspada, kita bisa ikut terpengaruh tanpa sadar. Namun, dengan budaya kroscek ini pula mampu melindungi kita dari pengaruh informasi yang sengaja dibuat untuk mempengaruhi atau menggiring opini, sehingga bisa lebih arif dalam menelan informasi.
Meskipun begitu, tampaknya kroscek terkesan sedikit ribet bagi sebagian orang, tetapi dampak yang ditimbulkan dari kebiasaan ini sangat berpengaruh terhadap literasi digital kedepannya. Masyarakat akan menjadi semakin cerdas dan tidak mudah termakan framing media. Bukankah ini salah satu solusi untuk mewujudkan Indonesia Emas?
*Penulis merupakan mahasiswi tingkat III Fakultas Syariah Islamiyah, Universitas Al-Azhar, Kairo
Editor: Thariq Faiz

Posting Komentar