Tinta Hitam Telah Disiapkan, Memori Baru Akan Diabadikan
Sabtu, 22 agustus 2026 melalui badan otonom Keluarga Mahasiswa Aceh Mesir, di atas tekad untuk menjaga budaya literasi, Sekolah Menulis KMA Mesir kembali membuka program andalan mereka, yaitu program Sekolah Menulis Reguler.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, program ini dilaksanakan selama rentang waktu 40 hari.
Selama periode ini berlangsung, para peserta akan mencoba mengembangkan kemampuan mereka dalam menulis. Setiap peserta diberi seorang mentor atau pembimbing dari alumni program itu sendiri, guna membantu dan membimbing mereka dalam segala aspek kepenulisan.
Selama periode ini berlangsung, para peserta akan mencoba mengembangkan kemampuan mereka dalam menulis. Setiap peserta diberi seorang mentor atau pembimbing dari alumni program itu sendiri, guna membantu dan membimbing mereka dalam segala aspek kepenulisan.
Dengan adanya semangat dan tekad kuat dari para alumni, kini sekolah menulis reguler telah mencetak banyak kader-kader yang mumpuni dalam dunia literasi, terbukti hingga tahun ini, badan otonom ini akan mencetak generasi ke-16.
Acara dibuka dengan kata-kata sambutan dari Kepala Sekolah, Tgk. Annisa Fitri Humaira. Ia menyebutkan bahwa total peserta program tahun berjumlah 25 orang, yang terdiri dari 15 laki-laki dan 10 perempuan. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KMA Mesir, Tgk. Amrul Faizal. Ia juga menyampaikan bahwa berada dalam komunitas ini adalah salah satu bentuk kesempatan yang baik, sehingga upaya menghargai hal tersebut adalah dengan bersyukur, yang bisa diaplikasikan dengan mengikuti segala peraturan yang telah ditentukan.
Rasa bangga dan takjub terlihat jelas di wajah keduanya, melihat antusias dan semangat baru di tatapan para peserta. Program ini resmi dibuka dengan tema: Rangkai Kata, Lahirkan Karya, Tinggalkan Jejak Sepanjang Masa.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang kepenulisan karya tulis fiksi, yang dibedah langsung oleh Kepala Sekolah demisioner, Tgk. Thariq Faiz. Kemudian pemateri kedua tak kalah hebatnya, salah satu alumni terbaik yang dimiliki Sekolah Menulis, Tgk. Badrul Novis, yang membahas tentang karya tulis nonfiksi.
Kedua pemateri membedah pembahasan secara singkat namun sangat terperinci, sesi tanya jawab juga membuat suasana menjadi hidup, menciptakan interaksi dua arah yang sangat menarik. Momen ini menjadi ruang diskusi kepada para peserta, berbagi pandangan sekaligus memperdalam pemahaman.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kepengurusan Sekolah Menulis periode ini, di samping mengadakan sesi pemaparan materi sebelum terjun menulis, mereka meluncurkan buku yang menjadi panduan para peserta, khususnya fiksi dalam menciptakan dan menggerakkan cerita. Buku yang berjumlah 60 halaman ini adalah upaya meredakan keresahan para anggota komunitas terkait bagaimana memunculkan ide dan mengolahnya menjadi cerita yang epik dengan segala komponennya. Buku yang diberi judul Seni Menarasikan Cerita ini adalah ringkasan dari Save The Cat! Writes A Novel-nya Jessica Brody.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi potret seluruh tim, pembimbing, dan peserta. Semua sudut bibir mengukir senyuman, semoga bisa menjadi alasan untuk menyelesaikan apa yang telah mereka mulai. Rangkaian acara ditutup dengan seporsi mie ayam, karena kita percaya, tekad yang besar juga harus dirayakan; seporsi mie ayam Sebelum Berjuang.
*Penulis merupakan mahasiswa tingkat 3, fakultas ushuluddin, Universitas Al-Azhar Kairo
Editor: Thariq Faiz

Posting Komentar