Lestarikan Kuliner Tradisional, Keputrian KMA Mesir Gelar Demo Masak Ayam Masak Puteh
Oleh: Syifa Munaya*
Kmamesir.org (23/10/2026) Departemen Keputrian Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir periode 2026/2027 kembali mengadakan Demo Masak di Meuligoe KMA, Hay Asyir, Kairo. Ayam masak puteh yang merupakan kuliner khas Aceh menjadi menu utama kegiatan kali ini. Acara diselenggarakan dalam bentuk perlombaan dan dimeriahkan oleh delapan kelompok akhwat berdasarkan perwakilan rumah dari setiap distrik.
Kegiatan demo masak ini bertujuan menambah wawasan dan pengalaman memasak hidangan tradisional Aceh, yaitu “Ayam Masak Puteh” atau yang biasa dikenal dengan ayam masak putih. Selain melatih keterampilan memasak, acara ini juga menjadi sarana melatih keterampilan public speaking, khususnya bagi setiap perwakilan kelompok yang bertugas mempresentasikan hasil masakan mereka, serta melatih kreativitas para putroe KMA dalam menata hidangan di atas piring (plating).
Acara dibuka dengan rangkaian sambutan, termasuk dari dewan juri, yang dilanjutkan dengan penataan makanan oleh peserta, kemudian presentasi dari tiap-tiap kelompok. Hasil olahan setiap kelompok memiliki cita rasa khas daerah masing-masing, ditandai dengan penggunaan bumbu masak yang beragam. Sebagai contoh, sebagian daerah menggunakan pala sebagai salah satu rempah penambah kelezatan makanan.
Acara dilanjutkan dengan penilaian oleh Bunda Rini dan Kak Wardah selaku dewan juri. Kriteria penilaian mencakup rasa, penyajian (plating), dan presentasi.
“Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Kami sebagai dewan juri akan berusaha menilai dengan seadil-adilnya,” tutur Kak Wardah.
Bukan hanya peserta, dewan juri juga ikut andil dalam memasak ayam masak puteh andalan mereka. Namun, hal yang membedakan demo masak kali ini adalah para dewan juri mempraktikkan langsung langkah-langkah memasak ayam masak puteh di Meuligoe secara detail. Mulai dari mempersiapkan bumbu halus dan bumbu tumis, rempah aromatik, sayuran seperti kentang dan wortel, cara memotong serta memarinasi daging agar bumbu meresap, hingga tahapan memasukkan bumbu dan daging ke dalam wajan, menunggu bumbu menyerap dan minyak ayam keluar lalu menuangkan santan.
Dewan juri juga memberi beberapa kiat memasak kepada para Putroe, salah satunya adalah cara membuat U Neulheu (kelapa gongseng khas Aceh) versi Mesir, yakni dengan memblender kelapa parut dengan minyak, hingga teksturnya menyerupai U Neulheu yang lazim dijumpai di Aceh. Di samping itu, juri juga memberi tips untuk membuat aweuh basah dengan cara menggongseng ketumbar bulat yang dicampur sedikit lada dan jintan, kemudian diblender.
Acara ditutup dengan makan bersama, serta pembagian hadiah kepada para pemenang. Selamat kepada Rumah Orang Have yang meraih Juara 1, Rumoh Beut sebagai Juara 2, dan Rumoh Cendikia sebagai Juara 3.
*Penulis merupakan mahasiswi tingkat III Fakultas Syariah Islamiyah, Universitas Al-Azhar Kairo
Editor: Thariq Faiz

Posting Komentar